Bagikan:

YOGYAKARTA – Teknologi 5G adalah jaringan nirkabel canggih generasi ke-5 yang diklaim mampu meningkatkan produktivitas berbagai sektor. Sayangnya, teknologi tersebut dinilai belum mampu dimanfaatkan secara maksimal, terutama di daerah terpencil. Artikel ini akan mencoba menggali potensi 5G untuk meningkatkan akses internet di daerah terpencil Indonesia.

Potensi 5G untuk Meningkatkan Internet di Daerah Terpencil

Teknologi 5G saat ini menjadi yang terbaru dalam dunia informatika. Jaringan tersebut menawarkan berbagai keunggulan yang tidak dimiliki pendahulunya yakni 4G. Keunggulan yang dimiliki 5G misalnya adanya peningkatan kecepatan data hingga 10  Gbps, tingkat latensi  rendah  kurang  dari  1  milidetik, dan kemampuannya dalam mendukung hingga satu  juta perangkat per kilometer persegi.

Dalam tulisan ilmiah berjudul Analisis Dampak Implementasi Teknologi 5G terhadap Infrastruktur Jaringan di Indonesia yang ditulis oleh Budi Mulyono, dkk (Jurnal Minfo Polgan:2024) dijelaskan bahwa  teknologi 5G memanfaatkan gelombang milimeter (mmWave) agar mampu meningkatkan kapasitas dan kecepatan jaringan.

Frekuensi yang dimiliki oleh teknologi 5G membuat pengiriman data mampu dilakukan dengan kecepatan tinggi. Sayangnya jangkauan yang dimiliki lebih pendek. Artinya jangkauan sinyal yang dimiliki pun lebih terbatas.

Tidak hanya itu saja, gelombang berfrekuensi tinggi juga mudah terhalang oleh hambatan fisik. Hambatan yang mungkin menghalangi 5G misalnya gedung, pohon, atau gunung. Kondisi ini pula yang membuat teknologi 5G cukup sulit diandalkan di daerah terpencil Indonesia.

Kendala Penerapan 5G di Daerah Terpencil Indonesia

Tantangan geografis dan infrastruktur jadi salah satu faktor sulitnya pemanfaatan teknologi 5G di daerah terpencil Indonesia. jaringan 5G di Indonesia besar kemungkinan akan terganggu oleh gunung, hutan, atau infrastruktur fisik yang ada di daerah terpencil.

Tidak hanya itu saja, pemanfaatan 5G di daerah terpencil Indonesia juga akan terkendala faktor pendukung penting lainnya yaitu energi. Seperti diketahui, perluasan infrastruktur energi listrik saat ini masih jadi tantangan yang berat. Sedangkan untuk memenuhui infrastruktur listrik, perlu nilai investasi yang sangat besar.

Menghadapi Tantangan Pengadaan 5G di Daerah Terpencil

Meski kehadiran 5G di daerah terpencil cukup sulit, ada beberapa cara yang mungkin bisa dilakukan meski kajian lebih lanjut perlu dilakukan yakni sebagai berikut.

  • Pembangunan infrastruktur secara bertahap

Pengembangan infrastruktur perlu dilakukan secara bertahap untuk mendukung kehadiran teknologo 5G di daerah terpencil. Infrastruktur yang diperlukan misalnya small cells, antena pintar, fiber optik, atau dukungan lain sesuai kebutuhan.

  • Penggunaan frekuensi yang tepat

Perlu diketahui bahwa 5G menggunakan berbagai spektrum frekuensi. Khusus daerah terpencil, memilih spektrum yang lebih rendah bisa jadi opsi yang diambil. Keputusan ini mampu memberikan cakupan jaringan 5G yang lebih luas di daerah dengan berbagai hambatan.

  • Manfaatkan energi baru terbarukan

Karena kendala pengadaan 5G di daerah terpencil adalah energi, solusi energi baru terbarukan bisa jadi opsi terbaik. Misalnya memanfaatkan panel surya atau tenaga angin untuk mendapatkan pasokan energi baru.

Menggali potensi 5G untuk meningkatkan akses internet di daerah terpencil Indonesia bisa dilakukan dengan melibatkan kerja sama dari seluruh pihak. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.