JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meminta pemerintah daerah meningkatkan peran aktif dalam menangkal disinformasi kesehatan yang semakin marak di ruang digital, karena dapat membahayakan.
Meutya menjelaskan bahwa banyak sekali konten kesehatan yang menyesatkan, yang dibuat oleh kreator tanpa kompetensi medis, namun dikemas menarik sehingga mudah dipercaya.
“Banyak sekali informasi yang tidak benar disampaikan oleh orang-orang tanpa background kesehatan,” kata Meutya dalam siaran resminya dikutip Senin, 24 November.
Menurutnya, jika terjadi disinformasi, itu akan sangat membahayakan keselamatan masyarakat. Maka dari itu, ia menegaskan pentingnya peran Pemda untuk memastikan masyarakat menerima informasi yang benar.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki kedekatan langsung dengan warga yang bisa dimanfaatkan untuk memastikan kebenaran informasi yang sampai kepada masyarakat.
“Peran pemerintah daerah menjadi semakin strategis, harus semakin dekat dengan masyarakat, meningkatkan kualitas layanan publik, memiliki sarana-sarana informasi yang tepat, serta menyampaikan informasi dengan benar dan konsisten,” tegasnya.
BACA JUGA:
Dengan penguatan peran pemerintah daerah, pemerintah berharap masyarakat memperoleh informasi kesehatan yang akurat sehingga tidak mudah terpengaruh disinformasi yang membahayakan.
“Ini memberi semangat kepada teman-teman di daerah untuk melakukan komunikasi publik atas program-program pemerintah pusat dan daerahnya sendiri agar mudah dipahami oleh masyarakat,” tutupnya.