JAKARTA - Semua perusahaan di berbagai bidang industri saat ini terus berupaya berinovasi dan mengadopsi teknologi baru demi meningkatkan keselamatan dan efisiensi, termasuk di bidang minyak dan gas.
Untuk itu, perusahaan keamanan siber global Kaspersky melakukan riset internal dengan para profesional terkemuka di industri minyak dan gas untuk mengidentifikasi tren digital utama yang membentuk masa depan sektor ini. Jadi, apa saja tren digital utama ini?
IIoT dan Cloud Computing
Industrial Internet of Things (IIoT) memungkinkan pemantauan jarak jauh secara real-time terhadap pengeboran, jaringan pipa, dan kondisi lingkungan. Sensor ini membantu meningkatkan keselamatan, memprediksi kegagalan, dan mengoptimalkan kinerja melalui data. Sementara kmputasi awan menawarkan analitik yang skalabel untuk pemantauan kilang, logistik, dan prediksi permintaan.
AI, ML, dan Hiper-otomatisasi
Kecerdasan Buatan (AI) dan Pembelajaran Mesin (ML) mendukung inisiatif hiper-otomatisasi yang mengoptimalkan pemeliharaan, konsumsi energi, dan alur kerja operasional. Teknologi ini memungkinkan analitik prediktif, mengurangi waktu henti, dan meningkatkan efisiensi biaya.
Konvergensi TI/OT
Integrasi sistem Teknologi Informasi (TI) dan Teknologi Operasional (OT) memfasilitasi operasi jarak jauh, berbagi data, dan pengambilan keputusan yang lebih baik.
Robotisasi dan 5G
Penerapan robot, drone, dan kendaraan bawah air nirawak yang didukung AI mendukung inspeksi, diagnostik, dan eksplorasi di lingkungan berbahaya. Kehadiran konektivitas 5G meningkatkan transmisi data waktu nyata (real-time), memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat.
Digital Twins (Kembaran Digital)
Digital twins—replika virtual dari aset fisik—memungkinkan para insinyur untuk mensimulasikan skenario, mengoptimalkan proses, dan memecahkan masalah tanpa mengganggu operasi langsung.
BACA JUGA:
Teknologi AR dan VR
Teknologi visualisasi canggih seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) memfasilitasi pelatihan dan operasi perbaikan jarak jauh, memungkinkan para ahli di seluruh dunia untuk 'berjalan-jalan' di fasilitas pabrik secara virtual.
Untuk memanfaatkan potensi digitalisasi secara maksimal, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, Adrian Hia menegaskan pentingnya memprioritaskan kerangka kerja keamanan yang kuat, berinvestasi pada talenta keamanan siber yang terampil, dan mengadopsi praktik terbaik untuk mengelola sistem yang kompleks dan saling terhubung.