JAKARTA – YouTube akhirnya angkat bicara soal fenomena penurunan jumlah penayangan (view count) yang ramai dilaporkan para kreator sejak pertengahan Agustus lalu. Dalam pernyataannya, YouTube menyebut salah satu penyebab berkurangnya view bisa jadi karena penggunaan ad blocker, meski faktor lain seperti kebiasaan menonton musiman dan persaingan di platform juga berperan.
Banyak YouTuber melaporkan jumlah view pada video mereka turun drastis dalam beberapa minggu terakhir. Salah satunya kreator Josh Strife Hayes, yang menemukan bahwa penurunan tajam terutama terjadi pada perangkat komputer, dengan jumlah view anjlok hingga 50 persen, sementara di TV, ponsel, dan tablet relatif stabil. Temuan ini kemudian diperkuat oleh TechLinked, salah satu kanal dalam jaringan Linus Tech Tips, yang mengalami tren serupa.
YouTube mengakui kemungkinan ini dengan mengatakan bahwa ekstensi seperti ad blocker bisa memengaruhi akurasi jumlah view.
BACA JUGA:
“Ad blockers dan ekstensi lain dapat berdampak pada akurasi pelaporan view. Channel dengan audiens yang banyak menggunakan alat semacam itu mungkin melihat fluktuasi trafik yang lebih besar terkait pembaruan pada alat tersebut,” jelas YouTube.
Faktor Lain: Musiman dan Persaingan
YouTube juga meluruskan bahwa penurunan view bukan disebabkan oleh Restricted Mode, seperti yang sempat dispekulasikan publik. Mode ini, yang sudah ada sejak 2010 dan tidak aktif secara default, hanya menyumbang sebagian kecil dari total view harian. Selain itu, fitur ini juga berbeda dengan perlindungan usia untuk akun di bawah 18 tahun.
Menurut YouTube, ada beberapa alasan lain yang bisa menjelaskan fenomena ini:
- Kebiasaan menonton musiman, di mana pola konsumsi konten berubah sesuai periode tertentu.
- Persaingan ketat di platform, yang membuat beberapa video dengan performa tinggi sebelumnya kini kembali ke tingkat view normal, sehingga terasa seperti penurunan drastis.
View Turun, Tapi Pendapatan Iklan Tidak
Menariknya, meski view count turun, sejumlah kreator besar seperti Linus Tech Tips menyebut pendapatan iklan tetap stabil. Hal ini membuat dugaan bahwa ad blocker berpengaruh semakin masuk akal, mengingat YouTube belakangan gencar melakukan langkah-langkah untuk membatasi penggunaan ad blocker.
Dengan pernyataan resmi ini, YouTube seolah memberi sinyal bahwa perang melawan ad blocker semakin serius, sekaligus menjadi tantangan baru bagi kreator yang basis penontonnya banyak menggunakan ekstensi pemblokir iklan.