JAKARTA - Organisasi terus mencari cara yang lebih tangguh untuk melindungi aset digital mereka. Sebuah studi terbaru dari Kaspersky mengungkapkan adanya pergeseran yang semakin besar.
Di mana perusahaan kini mulai melirik strategi keamanan proaktif, khususnya adopsi pengembangan Secure by Design dan Cyber Immunity—sebuah pendekatan inovatif yang menanamkan ketahanan langsung ke dalam arsitektur sistem.
Studi ini menyoroti bahwa 86% profesional keamanan siber familiar dengan pengembangan Secure by Design. Metodologi ini mengintegrasikan keamanan ke dalam struktur sistem sejak awal, alih-alih menganggapnya sebagai opsi.
Pendekatan semacam ini sudah diterapkan di industri berisiko tinggi seperti kedirgantaraan, di mana keamanan tidak dapat diterapkan secara terpisah—keamanan harus bersifat intrinsik. Meskipun memiliki banyak keuntungan, adopsinya lambat karena tantangan terkait standarisasi dan biaya.
Berlandaskan prinsip Secure by Design, Cyber Immunity membawa keamanan siber selangkah lebih maju dengan menciptakan sistem yang secara inheren tahan terhadap serangan tanpa perlu patching berkelanjutan atau lapisan keamanan tambahan.
Pergeseran pola pikir ini sejalan dengan tren industri yang lebih luas, di mana langkah-langkah keamanan reaktif tradisional tidak lagi memadai.
Dengan ancaman yang didukung AI dan serangan yang semakin canggih, organisasi membutuhkan solusi yang lebih dari sekadar mendeteksi pelanggaran—mereka harus mencegahnya sejak awal.
BACA JUGA:
Studi ini menekankan bahwa ketahanan, keahlian, dan fleksibilitas akan menentukan generasi keamanan siber berikutnya. Secure by Design menyediakan metodologinya, sementara Cyber Immunity mewakili tujuan akhir.
“Cyber Immunity menawarkan lebih dari sekadar perlindungan—sistem ini memberikan manfaat bisnis yang nyata,” ujar Dmitry Lukiyan, Kepala Unit Bisnis KasperskyOS.
Pendekatan proaktif ini juga diklaim cocok dalam mempersiapkan infrastruktur penting untuk masa depan, memungkinkan organisasi beroperasi dengan percaya diri bahkan ketika ancaman terus berkembang.