Bagikan:

JAKARTA – Masa uji coba fitur audio multi-bahasa di YouTube akhirnya berakhir. Platform video di bawah naungan Google itu akan meluncurkan fiturnya secara resmi ke kreator di berbagai belahan dunia. 

Dengan adanya fitur ini, para kreator dapat menambahkan dubbing atau sulih suara dalam berbagai bahasa untuk menjangkau audiens baru secara global. Fitur ini akan diluncurkan secara bertahap ke jutaan kreator dalam beberapa minggu mendatang. 

"Kini, ketika seorang kreator YouTube di AS merilis video baru, dalam hitungan menit, seorang penggemar di Korea, seorang penggemar di Brasil, dan seorang penggemar di India dapat menontonnya dalam bahasa asli mereka," kata YouTube, dikutip pada Kamis, 11 September. 

Fitur ini pertama kali diuji coba pada tahun 2023 dengan sejumlah kecil kreator besar seperti MrBeast, Mark Rober, dan koki Jamie Oliver. Awalnya, para kreator kerap menggunakan layanan dubbing pihak ketiga untuk menerapkan fitur ini.

Namun, dengan adanya fitur dubbing bawaan dari YouTube, kreator tidak perlu lagi mengandalkan layanan pihak ketiga. Bahkan, dubbing dari YouTube pun sudah cukup canggih karena ditenagai oleh Kecerdasan Buatan (AI). 

Teknologi ini memanfaatkan Gemini Google untuk meniru nada dan emosi kreator secara akurat. Dengan demikian, proses pembuatan konten multi-bahasa bisa menjadi lebih mudah dan efisien.

YouTube melaporkan hasil yang positif selama fitur ini diuji coba. Para kreator yang mengunggah audio multi-bahasa mendapatkan lebih dari 25 persen waktu tonton dari bahasa selain bahasa utama video mereka.

Seperti saluran Jamie Oliver misalnya, YouTuber tersebut mengalami peningkatan penayangan hingga tiga kali lipat. Ini menunjukkan bahwa fitur dubbing berbasis AI dari YouTube memang menjanjikan. 

Selain dubbing, YouTube juga tengah menguji coba fitur thumbnail multi-bahasa. Sejak Juni lalu, kreator dapat menyesuaikan thumbnail untuk menampilkan teks dalam bahasa lain. Fitur ini ditujukan untuk audiens internasional.

Thumbnail yang telah dilokalkan ini dirancang untuk menampilkan teks yang sesuai dengan bahasa pilihan penonton. Dengan demikian, daya tarik visual konten dapat meningkat dan mendorong lebih banyak penonton dari berbagai negara.