Bagikan:

JAKARTA – Curiosity, penjelajah milik NASA yang masih berada di Mars, akan menjalankan misi terbarunya. Robot pengamat itu akan mengamati dinding Río Frío, sebuah punggung bukit yang berdiri tegak.

Menurut NASA, punggung bukit ini memberikan petunjuk geologi Mars. Selama beberapa waktu ke depan, Curiosity akan mempelajari Río Frío untuk memahami mengapa punggung bukit tersebut tetap berdiri tegak di tengah medan sekitarnya yang datar.

Curiosity akan memulai pengamatan dengan mengambil mosaik menggunakan Mastcam besar. Mosaik ini akan mencakup dinding dari dasar hingga puncaknya. Setelah itu, para ilmuwan akan menganalisis mosaik yang dihasilkan.

Harapannya, data yang dikumpulkan dapat mengungkap detail struktural dan komposisi internal punggung bukit. Selain itu, Curiosity juga akan mengambil mosaik MAHLI yang fokus pada horizon dinding yang dipenuhi nodul dan urat-urat melengkung.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam. Untuk menyelidiki komposisi kimiawi, Curiosity akan menggunakan instrumen APXS pada target 'Minimini' yang kaya akan nodul resisten.

Sementara itu, instrumen SuperCam akan digunakan untuk menganalisis urat-urat di area bernama El Tapado. Kedua analisis ini akan memberikan data penting mengenai elemen kimia yang membentuk punggung bukit tersebut.

Meski inti pengamatan kali ini adalah Río Frío, Curiosity tidak hanya fokus pada punggung bukit tersebut. Penjelajah itu juga mengamati cekungan di dasarnya dengan mosaik Mastcam pada target 'Playa Zapatilla'. Pengamatan ini dilakukan untuk membandingkan karakteristik cekungan.

Setelah menyelesaikan pengamatan di Río Frío, Curiosity akan melanjutkan perjalanannya ke punggung bukit lain yang lebih kecil dan tegak lurus. Misi ini akan terus berlanjut untuk mengungkap lebih banyak rahasia tentang masa lalu Mars.