Singapura – Dalam pergelaran IBM Think 2025, Rabu, 20 Agustus di Hotel Conrad, Singapura, Rob Thomas, Senior Vice President, Software and Chief Commercial Officer, IBM, menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) akan menjadi katalisator utama pertumbuhan produktif di dunia bisnis modern.
Thomas menjelaskan bahwa AI tidak hanya sebatas tren, melainkan solusi nyata untuk meningkatkan produktivitas di tengah perlambatan pertumbuhan populasi dan uang sebagai faktor penggerak utama ekonomi. “AI adalah katalisator utama pertumbuhan produktif di dunia saat ini, terutama ketika pertumbuhan populasi dan uang tidak lagi menjadi faktor utama,” ujarnya.
Ia menekankan, peluang besar ada pada perusahaan yang mampu memanfaatkan data internal mereka dengan tepat. “Kesempatan terbesar perusahaan ada pada bagaimana mengunci data internal untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, personalisasi, optimisasi biaya, dan produktivitas,” kata Thomas.
BACA JUGA:
Menurutnya, perjalanan AI dimulai dari tahap eksperimen, berlanjut ke pilot project, kemudian otomatisasi proses, hingga mencapai agent-based AI yang dapat menghadirkan lompatan produktivitas. “Perjalanan AI dimulai dari eksperimen, pilot project, lalu otomatisasi proses, dan akhirnya agent-based AI yang mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan,” tambahnya.
Thomas juga menekankan pentingnya sinergi antara hybrid cloud dan AI. “Hybrid cloud dan AI adalah fondasi untuk menciptakan nilai substansial. Integrasi data, automasi, dan infrastruktur adalah kunci keberhasilan,” jelasnya.
Ia memberikan gambaran potensi ekonomi yang bisa dihasilkan AI. “Jika AI hanya memengaruhi 10–20% pekerjaan pengetahuan, dampaknya bisa mencapai 5 triliun dolar dari GDP. Ini peluang luar biasa bagi perusahaan yang mampu memanfaatkan teknologi dengan tepat,” ungkap Thomas.
Lebih lanjut, Thomas menggambarkan AI sebagai sebuah tim relay yang bergerak presisi. “AI bukan sekadar kecemasan kehilangan pekerjaan. Ini lebih mirip tim relay yang bergerak secara terkoordinasi, presisi, dan terstruktur,” tegasnya.
Selain itu, dalam bidang manufaktur, Thomas menunjukkan bagaimana otomatisasi berbasis AI mampu memangkas waktu dan meningkatkan kualitas. “Transformasi manufaktur melalui AI dan otomatisasi memungkinkan proses yang sebelumnya memakan bulan bisa selesai dalam minggu, meningkatkan kualitas dan efisiensi,” katanya.
Dengan demikian, IBM menegaskan bahwa masa depan produktivitas global akan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk mengadopsi dan mengintegrasikan AI ke dalam strategi bisnis mereka.