Bagikan:

Singapura – IBM menegaskan komitmennya dalam mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) berskala besar di kawasan Asia Tenggara melalui ajang THINK Singapore 2025. Dalam acara yang digelar di Hotel Conrad, Singapura, Rabu 20 Agustus, IBM memamerkan berbagai inovasi hybrid cloud, AI agent, serta solusi lintas industri yang dirancang untuk membantu perusahaan memaksimalkan potensi data mereka dan menghadapi tantangan bisnis di masa depan.

Menurut studi terbaru IBM CEO, investasi perusahaan dalam AI diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun mendatang. Sebanyak 85 persen CEO yang disurvei meyakini bahwa pada tahun 2027, investasi pada AI berskala besar akan menghasilkan pengembalian positif dalam bentuk efisiensi dan penghematan biaya.

Sementara itu, 77 persen lainnya optimistis bahwa investasi tersebut juga akan memberi dampak positif terhadap pertumbuhan dan ekspansi usaha. Studi tersebut juga menyebutkan bahwa lebih dari satu miliar aplikasi baru akan hadir pada 2028, menimbulkan tekanan bagi perusahaan untuk dapat melakukan integrasi, orkestrasi, dan kesiapan data di lingkungan yang semakin terfragmentasi.

Namun, transformasi AI tidak semata-mata menyangkut teknologi atau proses bisnis, tetapi juga perubahan pola pikir dan keterampilan manusia. Para eksekutif kini mendorong tim untuk beradaptasi lebih cepat dan menetapkan target ambisius dalam inovasi AI berskala besar.

Studi IBM Chief AI Officer menekankan bahwa nilai dan pengembalian investasi menjadi sorotan utama, menjadikan peran Chief AI Officer semakin penting. Meski demikian, hanya 23 persen organisasi di kawasan ASEAN yang saat ini telah memiliki posisi tersebut.

“Keunggulan nyata datang dari AI yang dirancang dengan tujuan jelas dan mampu memberikan dampak terukur. Di IBM, kami menggabungkan teknologi hybrid cloud, kemampuan agentic AI, serta keahlian mendalam di berbagai industri untuk memangkas kompleksitas, mempercepat implementasi AI siap produksi, dan membantu perusahaan mengoperasionalkannya dengan cepat,” ujar Catherine Lian, General Manager dan Technology Leader IBM ASEAN.

Acara THINK Singapore 2025 juga menampilkan berbagai kasus nyata penerapan AI di sektor manufaktur, layanan publik, hingga industri hiburan. IBM melalui Industry 4.0 Studio memperlihatkan bagaimana AI dipadukan dengan konektivitas 5G, hybrid cloud, dan edge computing dapat mentransformasi operasi penting serta meningkatkan produktivitas.

Dari implementasi kacamata pintar berbasis AI dan AR bagi Singapore Civil Defence Force (SCDF), pemantauan pembangkit listrik tenaga surya dengan drone dan sistem Maximo, hingga robot anjing berbasis AI yang mampu melakukan patroli fasilitas secara mandiri, seluruh demonstrasi tersebut menegaskan bagaimana AI mampu menciptakan nilai baru sekaligus meningkatkan kesiapan operasional.

IBM juga menghadirkan simulasi pelatihan teknisi dan investigator menggunakan teknologi realitas campuran untuk menguji kemampuan AI dalam meningkatkan ketepatan perbaikan dan pelatihan lapangan.

Selain menampilkan solusi praktis, IBM memperlihatkan pula inovasi di bidang komputasi kuantum yang tengah dikembangkan bersama mitra riset untuk menyelesaikan persoalan kompleks yang tak dapat ditangani simulasi klasik. IBM juga meluncurkan generasi terbaru server IBM Power11, yang didesain ulang untuk menghadirkan ketersediaan, ketahanan, performa, dan skalabilitas bagi penerapan hybrid cloud di perusahaan.

Pada kesempatan yang sama, IBM menampilkan peran AI dalam dunia olahraga melalui kerja sama dengan Sevilla FC yang menggunakan generative AI untuk mendukung proses scouting pemain, Scuderia Ferrari dengan aplikasi fan engagement yang memanfaatkan AI, serta turnamen bergengsi seperti Wimbledon, US Open, dan The Masters yang mengandalkan watsonx untuk menghadirkan komentar berbasis AI dan pengalaman digital personal bagi jutaan penggemar.

Di kawasan ASEAN, IBM memperluas kolaborasi strategisnya dengan sejumlah perusahaan besar. PSA Singapore, salah satu terminal andalan PSA International, bekerja sama dengan IBM melalui ILOG CPLEX Optimization Studio untuk mengoptimalkan penanganan kontainer dan memastikan efisiensi operasional pelabuhan terbesar di dunia.

Di Malaysia, Hibiscus Petroleum memanfaatkan IBM Maximo untuk predictive maintenance di sektor migas, sementara KPJ Healthcare mengadopsi chatbot berbasis watsonx guna meningkatkan layanan pasien di 30 rumah sakitnya.

Indonesia juga menjadi sorotan dengan kolaborasi antara IBM dan Telkom Indonesia dalam mengembangkan solusi Sovereign AI berbasis watsonx untuk mendukung transformasi digital yang bertanggung jawab. IBM juga bekerja sama dengan TruCarbon dalam membangun sistem TruMRV berbasis AI untuk monitoring, reporting, dan verifikasi karbon secara real-time, serta mendampingi Garudafood dalam migrasi ERP ke AWS Cloud guna meningkatkan efisiensi operasional di delapan unit bisnisnya.

Di Filipina, Meralco PowerGen mengadopsi IBM Maximo Application Suite untuk mengoptimalkan pengelolaan aset pembangkit listrik dengan teknologi rendah karbon, memastikan strategi manajemen aset yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dengan rangkaian inisiatif ini, IBM menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam perjalanan transformasi digital kawasan ASEAN. Melalui kombinasi hybrid cloud, AI, dan teknologi baru lainnya, IBM berkomitmen menghadirkan solusi yang tidak hanya efisien dan bertanggung jawab, tetapi juga mampu memberikan hasil nyata bagi bisnis di masa depan.