JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi. Kerja sama ini dibutuhkan untuk riset pengembangan Kecerdasan Buatan (AI).
Dalam pengumuman yang dibagikan BRIN, lembaga tersebut akan berkolaborasi dengan PT BISA Artifisial Indonesia dan Science and Technology Research Institute for Defence (STRIDE) Malaysia. Ketiganya telah menjalin pertemuan pada 6 Agustus lalu.
Profesor Riset Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber (PRKAKS) BRIN, Hilman F. Pardede, menjelaskan bahwa timnya telah melakukan banyak penelitian. Tak hanya itu, PRKAKS juga telah melakukan pengembangan dan pengkajian teknologi.
Untuk mencapai kemajuan yang lebih baik, Hilman percaya bahwa mereka perlu berkolaborasi dengan sejumlah pihak, khususnya perusahaan yang memang ahli dalam bidang AI. Oleh karena itu, kolaborasi ini menggaet dua perusahaan dari dua negara.
“Kami sudah melakukan beberapa penelitian, dan sebagai bentuk hilirisasi, kami melakukan kerja sama dengan berbagai pihak,” kata Hilman, dikutip melalui situs resmi BRIN pada Jumat, 8 Agustus.
Selain untuk kebutuhan riset, PRKAKS BRIN juga membuka peluang kolaborasi riset di beberapa bidang utama. Bidang tersebut meliputi Computer Vision and Image Processing, Machine Learning, dan Keamanan Siber.
BACA JUGA:
Octaviano Pratama, Direktur PT BISA Artifisial Indonesia, mengatakan bahwa mereka tertarik untuk bergabung dalam kolaborasi. Melalui kerja sama ini, BISA, STRIDE, dan BRIN dapat bertukar wawasan terkait riset dan pengembangan AI.
“Kami harap akan terjalin sebuah kerja sama riset melalui MoU ataupun Perjanjian Kerja Sama yang dapat bermanfaat untuk masyarakat luas,” kata Octaviano. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata.
Sementara itu, perwakilan dari STRIDE Malaysia, Muhammad Nur Annuar Bin Mohd Yunos, menyambut baik inisiatif ini. Yunos berharap bahwa mereka dapat menjalin kerja sama dengan BRIN dalam mengembangkan AI di bidang pertahanan.