JAKARTA – Spotify mengumumkan peningkatan pada pendapatan mereka di kuartal kedua tahun ini. Dalam laporan yang dibagikan, Spotify menunjukkan adanya pertumbuhan pelanggan dan pengguna bulanan.
Pada kuartal pertama tahun ini, jumlah pelanggan bersih mengalami pertumbuhan lebih dari 30 persen dibandingkan kuartal pertama tahun lalu. Ini merupakan kuartal tertinggi kedua yang mengalami penambahan pelanggan bersih secara signifikan.
Spotify juga menjelaskan sejumlah pencapaian lainnya, mulai dari peningkatan jumlah pelanggan tahunan dan bulanan hingga pendapatan total dari perusahaan tersebut. Berikut ini rincian yang dibagikan Spotify.
- Jumlah Pelanggan Premium naik 12 persen secara tahunan (YoY) mencapai 276 juta.
- Pengguna Aktif Bulanan (MAU) tumbuh 11 persen YoY mencapai angka 696 juta pengguna.
- Total pendapatan Spotify pada kuartal kedua 2025 meningkat 10 persen YoY mencapai 4,2 miliar euro (Rp79,11 triliun).
- Margin kotor perusahaan menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan naik 227 bps YoY menjadi 31,5 persen.
- Pendapatan operasional Spotify mencapai 406 juta euro (Rp7,6 triliun).
Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi perusahaan dalam memperluas jumlah pengguna dan pelanggannya berhasil. Daniel Ek, Pendiri dan CEO Spotify, pun mengatakan bahwa pencapaian ini tak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga sejumlah pihak.
BACA JUGA:
"Nilai ini tidak hanya menguntungkan pengguna, tetapi juga menarik lebih banyak orang untuk streaming dan sebagai hasilnya, juga mendorong industri musik, podcast, dan buku audio," kata Daniel, dikutip dari laporan Spotify pada Kamis, 31 Juli.
Penggunaan fitur di dalam Spotify juga menunjukkan sejumlah peningkatan. Dalam data yang dibagikan Spotify, fitur seperti DJ Takes Music Requests dan playlist AI di Bursas Hits berhasil menjangkau lebih dari 40 pasar.
Sementara itu, fitur lain seperti audiobook kini tersedia di Austria, Jerman, Irlandia, dan Selandia Baru. Pengguna di negara terdukung kini dapat mencari, menelusuri, dan membeli audiobook dari pustaka lebih dari 350.000 judul.