Bagikan:

JAKARTA -Samsung dikabarkan tengah bersiap untuk meluncurkan kejutan besar dalam acara Galaxy Unpacked yang akan digelar pada 9 Juli 2025. Selain peluncuran Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7 yang sudah lama dinanti, bocoran dari Setsuna Digital di Weibo menyebut bahwa Samsung mungkin juga akan memperkenalkan ponsel lipat tiga layarnya yang sudah lama dirumorkan.

Meski akan diumumkan bulan Juli ini, ponsel lipat tiga tersebut baru akan tersedia di pasar pada Oktober. Sementara itu, Galaxy Z Fold 7 dan Z Flip 7 sendiri diperkirakan mulai dikirimkan ke konsumen pada Agustus, yang berarti masa pre-order-nya akan berlangsung lebih lama dari biasanya.

Samsung juga mulai membuka program reservasi untuk lini Galaxy terbaru, yang memberikan kredit Samsung sebesar 50 dolar AS (setara Rp816.500) bagi pembeli yang melakukan pre-order, serta kesempatan untuk memenangkan hadiah 5.000 dolar AS (sekitar Rp81,6 juta).

Ponsel ini diyakini sebagai Samsung Flex G atau dikenal juga sebagai Galaxy G Fold, dengan desain dua engsel lipatan ke dalam yang membentuk layar utama berukuran sekitar 9,96 inci serta layar eksternal 6,49 inci. Namun, perangkat ini kemungkinan tidak mendukung S Pen karena tidak memiliki digitizer.

Bocoran lain menyebutkan bahwa Galaxy G Fold ini akan memiliki bodi berbahan titanium dan aluminium, dilengkapi RAM 16GB, dan menjalankan chipset Snapdragon. Produksinya akan sangat terbatas, yakni hanya sekitar 200.000 unit, dan kemungkinan hanya tersedia dalam jumlah terbatas pada peluncuran awal — strategi yang mirip dengan Galaxy Z Fold SE.

Menariknya, meskipun sudah banyak render bocoran dari Z Fold 7 dan Z Flip 7, belum ada satupun gambar resmi dari ponsel lipat tiga ini. Hal ini memunculkan dua kemungkinan: Samsung sangat ketat menjaga kerahasiaan, atau perangkat ini hanya akan diperkenalkan secara singkat tanpa peluncuran penuh.

Jika benar, maka Samsung Unpacked 2025 bisa menampilkan hingga empat perangkat lipat baru: Galaxy Z Fold 7, Z Flip 7, Z Flip 7 FE, dan Galaxy G Fold. Namun, Galaxy G Fold kemungkinan akan menjadi perangkat niche yang mahal dan lebih menunjukkan kehebatan teknologi Samsung dibanding produk massal.