Bagikan:

JAKARTA – Kasus antimonopoli Google yang telah berjalan selama beberapa tahun di Meksiko akhirnya berakhir. Kasus ini resmi ditutup tanpa hukuman apa pun karena Google dinyatakan tidak bersalah.

Menurut laporan Reuters, kasus ini ditutup pada 13 Juni lalu oleh Komisi Persaingan Ekonomi Federal Meksiko (COFECE). Pengawas tersebut menyatakan bahwa Google tidak terlibat dalam praktik antimonopoli mana pun di Meksiko.

Kasus ini berjalan sejak tahun 2020 dengan dugaan antimonopoli di sektor periklanan digital. Selama lima tahun, COFECE mengamati layanan periklanan digital Google melalui halaman pencariannya atau Google Search serta situs web pihak ketiga.

Pengamatan ini dilakukan untuk membuktikan apakah Google menarik keuntungan secara tidak adil. Setelah penyelidikan ditutup, COFECE menyatakan bahwa Google tidak memaksa pengiklan untuk membeli iklan di situs pihak ketiga saat ingin memasang iklan di Google Search.

Google menyambut keputusan ini dengan baik. Juru bicara, yang tidak disebutkan namanya, menyatakan bahwa keputusan ini mencerminkan tindakan baik perusahaan selama ini. Google mengaku tak pernah memaksakan layanannya kepada para pengiklan.

"Kami menghargai keputusan COFECE yang mengakui bahwa produk kami memberi pengiklan kebebasan dan kontrol untuk menggunakan alat kami dengan cara yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka," kata juru bicara tersebut, dikutip pada Senin, 16 Juni.

Ini bukan pertama kalinya Google menghadapi kasus antimonopoli. Perusahaan itu juga menghadapi kasus serupa, meski dalam bidang lain, di AS. Tahun lalu pun, Google dinyatakan melanggar hukum dalam pencarian daring dan periklanan digital.

Dalam kasus lainnya, Google dinyatakan mendominasi dua pasar secara tidak sah melalui teknologi periklanan daring. Atas tuduhan tersebut, hakim federal AS memaksa Google untuk menjual layanan pengiklannya, yakni Google Ad Manager.