JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan platform data berbasis citra satelit buatannya. Platform ini diberi nama Geoinformatika Multi Input Multi Output (Geomimo).
Geomimo merupakan platform yang dikembangkan dengan berbagai sumber data, mulai dari citra satelit multi-platform, data di lapangan, hingga data masyarakat atau citizen science. Seluruh data ini digunakan untuk keperluan riset BRIN.
Menurut lembaga tersebut, peluncuran ini sudah sejalan dengan Peraturan BRIN Nomor 5 Tahun 2025 mengenai Penyelenggaraan Platform Digital Geoinformatika. Dengan adanya aturan ini, Geomimo juga bisa digunakan oleh masyarakat luas.
"Peran strategis BRIN sebagai otoritas resmi dalam pengumpulan data ini didasarkan pada mandat peraturan perundang-undangan," kata Budi Prawara, Kepala Organisasi Riset Elektronik dan Informatika BRIN. "Peraturan ini mengatur mekanisme pemanfaatan Geomimo."
Peluncuran Geomimo ini juga sejalan dengan komitmen BRIN, yakni pemanfaatan teknologi canggih. Dengan mengembangkan platform ini, BRIN akan memiliki data dan alat terbaik dalam menciptakan konservasi lingkungan berlandaskan sains.
Platform ini juga dianggap perlu dalam memantau kondisi lingkungan di Indonesia, termasuk hutan. Merujuk pada data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) tahun 2023, deforestasi telah memengaruhi perubahan iklim global.
BACA JUGA:
Berdasarkan catatan lembaga AS tersebut, luas laut di Antartika menyusut hampir 2,6 juta kilometer persegi atau setara dengan 20 kali luas Pulau Jawa. Sebagian besar kasus ini dipengaruhi oleh pemanasan global.
Oleh karena itu, dengan menggunakan Geomimo, BRIN akan memantau kondisi hutan di Tanah Air. BRIN akan melakukan monitoring secara berkala untuk mencegah masalah yang tidak diinginkan dan membuat solusi dari kasus yang mungkin terjadi.
"Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memantau kondisi hutan. Teknologi penginderaan jauh melalui satelit menjadi solusi penting untuk melakukan monitoring secara efisien dan akurat,” ujar Budi.