JAKARTA - Tidak bisa dipungkiri, sektor layanan keuangan Indonesia kerap kali mengalami insiden siber. Melihat hal ini, Oradian, penyedia solusi cloud core banking global menekankan pentingnya edukasi digital dan penerapan standar keamanan.
CEO Oradian Antonio Separovic menjelaskan bahwa masalah keamanan digital merupakan isu berlapis, yang artinya tantangan tersebut tidak hanya memiliki satu penyebab saja, melainkan karena beberapa aspek yang saling berkaitan.
Menurutnya, salah sattu hal penting yang perlu diperhatikan adalah tentang kebiasaan atau etiket online. Di mana menurutnya, di era yang sudah serba digital saat ini, sangat penting untuk memberikan edukasi keamanan digital untuk semua lapisan masyarakat.
"Jadi, dunia telah berubah dan kita perlu mengajar semua orang, masyarakat yang lebih luas mengenai etiket keamanan, dan bagaimana untuk tetap selamat dalam lingkungan digital," kata Antonia saat ditemui di Jakarta pada Rabu, 11 Juni.
Selain itu, Antonio juga menegaskan pentingnya menerapkan standar keamanan siber global yang ketat oleh perusahaan, dan hanya bermitra dengan entitas yang mematuhi standar serupa.
BACA JUGA:
"Jadi, kita mengikuti standar keamanan dan kita harus mengharapkan orang-orang yang kita hubungi, partner kita, mereka juga mengikuti standar kita. Jadi, sangat penting untuk memastikan bahwa setiap partner yang kita pilih untuk bekerja dengan mengikuti standar," tegasnya.
Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah pelatihan aktif untuk pengguna, baik staf internal maupun mitra. Karena menurutnya, seringkali risiko siber terjadi karena interaksi antar manusia dengan system.
"Terus melakukan latihan untuk semua pengguna, karena terkadang itu adalah interaksi antara sistem atau interaksi antara manusia dan sistem. Jadi, semua orang harus dilatih dan mengawasi keamanan," tandasnya.