Bagikan:

JAKARTA – Asteroid 2024 YR4 yang diperkirakan akan menabrak Bumi di tahun 2032 masih diamati hingga saat ini. Dalam temuan terkini, asteroid tersebut diprediksi bukan menabrak Bumi, melainkan Bulan.

NASA, dalam laporan terbarunya, menyatakan bahwa asteroid berukuran 53 sampai 67 meter itu sulit dideteksi untuk saat ini. Namun, sebelum asteroid tersebut menghilang dari orbit yang mengelilingi Matahari, NASA sempat mengumpulkan satu data tambahan.

"Meskipun asteroid 2024 YR4 saat ini terlalu jauh untuk dideteksi dengan teleskop berbasis Bumi menangkap satu gambar asteroid lagi sebelum menghilang dari pandangan dalam orbitnya mengelilingi Matahari," kata NASA, dikutip pada Selasa, 10 Juni.

Pengamatan ini memanfaatkan Teleskop Luar Angkasa James Webb milik lembaga antariksa tersebut. Para ahli dari Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA, yang berada di Jet Propulsion Laboratory (JPL) menyatakan bahwa peluangnya meningkat 0,5 persen.

Sebelumnya, kemungkinan asteroid itu menabrak Bulan adalah 3,8 persen, tetapi kini meningkat menjadi 4,3 persen. Persentase ini masih tergolong kecil dan mungkin ada perubahan di masa depan. NASA juga masih mengamati apakah YR4 masih mengancam Bumi.

Sesuai dengan namanya, asteroid ini ditemukan pertama kali pada akhir tahun lalu dengan potensi kecil bertabrakan dengan Bumi. Persentase terkait peluang tabrakan dengan Bumi juga terus mengalami perubahan, tetapi saat ini peluangnya jauh lebih kecil dari Bulan.

Pengamatan terkini NASA menyatakan bahwa, "objek tersebut tidak menimbulkan risiko dampak signifikan terhadap Bumi pada tahun 2032 dan seterusnya." Masih ada kemungkinan probabilitas tabrakannya berubah di masa depan.

Para ilmuwan NASA menegaskan bahwa asteroid YR4 sudah terlalu jauh untuk diamati oleh berbagai teleskop, baik di darat maupun yang berada di antariksa. Objek astronomi ini akan diamati lebih lanjut setelah asteroidnya kembali muncul di sekitar Bumi, yakni pada tahun 2028.