Bagikan:

JAKARTA – Belum lama ini, terungkap bahwa Apple berusaha mengejar ketertinggalannya di bidang Kecerdasan Buatan (AI). Salah satu upaya yang Apple lakukan adalah dengan memanfaatkan data sintetis.

Menurut laporan Bloomberg, dilansir melalui 9to5mac, para peneliti di Apple sangat bergantung pada kumpulan data buatan atau palsu. Data ini dilisensikan oleh pihak ketiga dan memang dirancang secara khusus untuk melatih model AI.

Agar mendapatkan hasil yang maksimal, Apple juga meningkatkan data palsunya menggunakan iPhone. Mereka membandingkan data palsu yang diperoleh dari pihak ketiga dengan bahasa di rangkaian email pengguna yang tersimpan di ponsel.

Tindakan pembandingan ini tidak akan merugikan penggunanya. Pasalnya, Apple tidak memasukkan informasi pengguna ke model AI yang mereka kembangkan.

Saat ini, banyak perusahaan yang berusaha menjaga privasi penggunanya, tak terkecuali Apple. Oleh karena itu, penggunaan data sintetis atau data palsu bukan sesuatu yang baru. Apple bukan perusahaan pertama yang mengandalkan jenis data ini.

Beberapa perusahaan teknologi besar lainnya seperti OpenAI, Microsoft, dan Meta juga telah melakukan hal serupa. Mereka berhasil mengembangkan model AI yang canggih menggunakan data khusus yang tidak diambil dari peggunanya.

Data sintetis jauh lebih aman untuk digunakan karena dihasilkan oleh algoritma. Data ini dibuat secara internal sehingga teknisi dapat menjamin keakuratan labelnya, menyesuaikan datanya dengan berbagai skenario, dan tetap melindungi data pribadi pengguna.

Apple sempat membahas cara mereka dalam menggunakan data sintetis. Perusahaan itu menjelaskan bahwa mereka membuat ribuan email dengan satu topik yang sama, lalu membandingkan emailnya dengan pesan yang diterima pengguna secara lokal.

Setelah itu, teknisi menganalisis mana data sintetis yang paling relevan. Data sintetis dapat meningkatkan kinerja model AI jika dilakukan dengan benar. Namun, para teknisi harus mengkurasi datanya dengan cermat untuk mengurangi halusinasi pada model AI-nya.