Bagikan:

JAKARTA – Indonesia Digital Forum (IDF), kolaborasi perdana antara tiga lembaga digital, resmi digelar pada Kamis, 15 Mei. Acara ini digelar untuk memperkuat ekosistem digital secara merata di Tanah Air.

Forum yang diharapkan akan hadir setiap tahun ini diselenggarakan oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII), dan Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI).

Acara yang mengusung tema Kolaborasi Membangun Ekosistem Digital Indonesia ini diresmikan oleh Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Rachmad Wibowo. Dalam sambutannya, Rachmad mengatakan bahwa forum ini penting untuk memperkuat keamanan siber.

Para stakeholder atau pemangku jabatan bisa bertukar wawasan mengenai isu teknologi terkini, termasuk berbagai tantangan yang mungkin dihadapi negara ke depannya. Oleh karena itu, seluruh pihak perlu bekerja sama dalam mengamankan dan mengembangkan keamanan siber.

"Tidak ada yang lebih hebat dari instansi lain. Kita tidak boleh menganggap suatu instansi tidak kompeten, semua itu penting," kata Rachmad. "(saya) berharap bahwa IDF ini bisa terus berlanjut dan setiap tahunnya dapat diselenggarakan dan memberi masukan ke pemerintah."

Sementara itu, Ketua PANDI John Sihar Simanjuntak mengatakan bahwa forum ini diadakan untuk menentukan prioritas ekosistem digital. Pasalnya, teknologi terus berkembang dengan pesat dan ekosistemnya semakin kompleks untuk dipahami.

Agar sejalan dengan target negara, yakni mencapai Indonesia Emas 2045, komunikasi yang searah perlu terjalin. Para pemangku kepentingan, termasuk lembaga teknologi di Indonesia, perlu membahas kebutuhan digital saat ini serta strategi pengembangan ke depannya.

"(kami) mengangkat visi dan menyediakan wadah komunikasi, diskusi, dengan para pelaku industri digital di tingkat nasional," jelas John. "IDF juga membahas isu-isu pembangunan ekosistem digital dan menyusun strategi ke tahap internasional."

IDF 2025, yang juga didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), akan diadakan selama dua hari. Acara ini akan berlangsung hingga Jumat, 16 Mei dengan menghadirkan pembicara dari pemerintah hingga lembaga dan organisasi khusus di bidang teknologi.