JAKARTA - Perusahaan kecerdasan buatan terkemuka dari Amerika Serikat, Anthropic, resmi meluncurkan AI for Science Program, sebuah inisiatif untuk mendukung peneliti dalam mengembangkan proyek ilmiah berbasis teknologi AI.
Dalam program ini, peneliti terpilih akan berkesempatan menerima kredit API Anthropic hingga senilai 20.000 dolar AS atau sekitar Rp328 juta.
Program ini terbuka bagi individu berusia minimal 18 tahun, serta tim atau institusi akademik yang telah memperoleh izin dari lembaga terkait.
Namun, dalam pengumuman resminya, Anthropic mengatakan bahwa warga dari beberapa negara seperti Rusia, China, Korea Utara, Iran, dan Suriah tidak memenuhi syarat untuk mendaftar karena pembatasan hukum dan ekspor yang berlaku.
Setiap Senin pertama tiap bulan, Anthropic akan memilih aplikasi pemenang dari pendaftaran yang memenuhi syarat. Mereka menegaskan kalau pemilihan ini didasarkan pada evaluasi objektif dan asesmen biosekuriti.
Peneliti yang terpilih akan diberitahukan lewat email, dan diwajibkan menandatangani dokumen kepatuhan terhadap aturan program. Dan jika tidak ada respons dalam waktu 5 hari kerja, Anthropic dapat memilih kandidat alternatif lain.
Anthropic juga menekankan bahwa kredit API yang diberikan bukanlah hadiah tunai dan bisa memiliki implikasi pajak yang berbeda di setiap negara. Oleh karena itu, peserta diminta berkonsultasi dengan penasihat pajak masing-masing.
BACA JUGA:
“Anthropic berhak untuk membatalkan, menghentikan, memodifikasi, atau menangguhkan Program atas kebijakannya sendiri,” tulis perusahaan dalam pengumuman tersebut.
Program ini mencerminkan komitmen Anthropic untuk mendukung riset ilmiah yang bertanggung jawab dan transparan. Anthropic juga mendorong kolaborasi antara komunitas ilmiah dan teknologi AI guna memecahkan tantangan global.