YOGYAKARTA - Pernahkah Anda mendengar apa itu debug? Dalam penjelasan sederhana, debug merupakan proses penghapusan bug dalam suatu code, kegiatan yang sudah sering dilakukan dalam dunia programer atau developing. Untuk selengkapnya, simak ulasan di bawah ini.
Apa itu Debug?
Dilansir dari Antara, debug adalah proses identifikasi dan penghapusan bug di dalam sebuah kode yang sudah Anda buat. Namun, bug memang sesuatu yang sangat menyebalkan pada coding, sebab jika ada satu saja bug di dalam kode, maka seluruh program berisiko error dan mengundang bahaya bagi keamanan program yang disusun.
Bug akan menjadikan sebuah aplikasi tidak berjalan dengan semestinya, misalnya gagal login, gagal pada saat input data, bluescreen, dan sebagainya. Karena sistem pengkodingan merupakan hal yang dapat dikatakan kompleks dan rumit, maka satu kesalahan saja dapat berdampak ke semua program.
Oleh karena itu, tidak heran jika debugging dapat menghabiskan waktu yang lama daripada menulis program itu sendiri. Inilah alasan mengapa proses debug sangat penting dilakukan baik sebelum aplikasi dirilis ataupun setelahnya. Tentunya Anda tidak akan mau ketika program sudah jalan dan digunakan oleh klien namun tiba-tiba ada masalah yang tidak terduga.
Apa Perbedaan Testing dan Debugging?
Pada dasarnya, testing dan debugging merupakan hal yang dilakukan para programmer dan keduanya memiliki keterkaitan yang kuat. Testing adalah proses untuk melakukan identifikasi masalah ketidakcocokan antara sistem informasi dengan hasil yang diinginkan.
Adapun tujuan utama testing adalah untuk memastikan kualitas dari suatu program dan mengujinya. Sedangkan debug merupakan proses lanjutan ketika suatu program sudah berjalan. Nah, di bawah ini adalah beberapa perbedaan lain dari testing dan debugging:
- Testing adalah proses yang sebelumnya direncanakan dan mengidentifikasi kode mana yang gagal. Sedangkan debug adalah proses yang tidak dapat direncanakan dan merupakan proses menemukan solusi dari sebuah kegagalan kode.
- Testing memungkinkan proses pengujian otomatis, adapun debugging tidak dapat dilakukan secara otomatis.
- Ketika menguji sistem pada proses testing, tidak dibutuhkan ilmu desain. Namun pada debugging Anda wajib menguasai ilmu desain yang rinci ketika melakukan debugging.
Manfaat Debug
Manfaat atau fungsi debug tidak hanya untuk menemukan bug saja, ada fungsi lain yang juga penting untuk proses pembuatan sebuah software. Beberapa fungsi debug yang perlu Anda ketahui adalah sebagai berikut:
Meningkatkan keamanan sistem
Manfaat pertama dari debug adalah menjaga keamanan sistem. Sistem akan ditingkatkan keamanannya saat program dibuat.
Mengetahui fungsi yang tidak digunakan atau mengalami perubahan
Saat membuat suatu program, programmer umumnya mengetikkan berbagai kode pemrograman dan memasukkan function-function sesuai dengan kegunaan dan keinginannya. Ketika dilakukan debug, programmer dapat mengetahui bagian mana saja fungsi yang tidak digunakan atau justru menambahkan fungsi baru pada sistem.
Mencegah terjadinya kesalahan dalam penulisan kode
Salah satu manfaat lain dari debug yaitu untuk menghindari kesalahan penulisan kode, contohnya kurang tanda titik koma, penulisan fungsi salah, kode belum ditutup, dan hal-hal lainnya.
Menyesuaikan CMS
Ternyata debug juga berguna untuk menyelaraskan CMS yang sedang Anda gunakan. Sebagai contoh, wordpres dengan berbagai environment lainnya, misalnya php, mysql, server, dan lain-lain.
Menyelaraskan add on tambahan dengan sistem core terbaru
Manfaat terakhir debug yaitu untuk menyelaraskan add on. Ketika dilakukan debugging, maka add on tambahan lain seperti plugin dan theme akan menyesuaikan dengan sistem core keluaran terbaru yang muncul.
Demikianlah ulasan mengenai apa itu debug dan manfaatnya. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.