Bagikan:

JAKARTA – Google mulai meluncurkan versi awal Gemini 2.5 Flash pada 17 April lalu. Model Gemini ini tersedia dalam bentuk pratinjau di Gemini API untuk para pengembang aplikasi. 

Para pengembang dapat mengaksesnya melalui Google AI Studio dan Vertex AI, menurut laporan Google. Dibandingkan 2.0 Flash yang juga populer, perangkat ini menghadirkan peningkatan yang lebih besar dari segi penalaran. 

Google juga mengatakan bahwa mereka memprioritaskan kecepatan dan biaya dalam versi Flash terbaru Gemini. Dengan begitu, pengembang dapat mengoptimalkan pekerjaan mereka dengan mengaktifkan mode pemikiran. 

"Model 2.5 Flash kami yang baru memiliki rasio kinerja terhadap biaya yang luar biasa, yang menempatkannya di perbatasan Pareto. Ini adalah model penalaran hibrida penuh pertama kami," kata Google, dikutip pada Sabtu, 19 April 2025. 

Selain itu, model penalaran terbaru ini juga diklaim dapat membantu pengembang dalam menyeimbangkan kualitas, biaya, serta latensi dari aplikasi yang mereka kembangkan. Meski mode pemikiran dinonaktifkan, 2.5 Flash akan tetap bekerja secara maksimal. 

"Bahkan, dengan menonaktifkan pemikiran, pengembang dapat mempertahankan kecepatan 2.0 Flash dan meningkatkan kinerja. Kami tidak sabar untuk melihat bagaimana Anda menggunakan Gemini 2.5 Flash di aplikasi Anda," ucap Google. 

Model penalaran terbaru ini tak hanya dirilis untuk pengembang, tetapi juga untuk seluruh pengguna Gemini. Nantinya, model kecerdasan buatan (AI) ini dapat digunakan dengan aplikasi pihak ketiga seperti Canvas untuk menyempurnakan dokumen atau kode.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+