Bagikan:

JAKARTA — Meta Platforms dilaporkan tengah bersiap untuk merilis versi terbaru dari model bahasa besar (large language model) miliknya, yakni Llama 4, pada 29 April 2025. Namun, laporan dari The Information menyebutkan bahwa peluncuran tersebut bisa kembali ditunda, setelah sebelumnya mengalami penundaan setidaknya dua kali.

Perusahaan induk Facebook ini sedang berlomba dengan raksasa teknologi lainnya untuk memimpin dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI), menyusul kesuksesan ChatGPT dari OpenAI yang mengubah lanskap teknologi global dan mendorong investasi besar-besaran dalam pembelajaran mesin.

Menurut laporan tersebut, salah satu alasan penundaan Llama 4 adalah hasil pengembangannya yang belum memenuhi ekspektasi Meta, terutama dalam aspek pemecahan masalah logika dan matematika. Selain itu, kemampuan Llama 4 dalam percakapan suara menyerupai manusia juga dinilai masih kalah dibandingkan model milik OpenAI.

Meski begitu, Meta tetap menunjukkan komitmennya dalam pengembangan AI dengan rencana investasi hingga 65 miliar dolar AS (sekitar Rp1.076 triliun) tahun ini untuk memperluas infrastruktur AI mereka. Langkah ini dilakukan di tengah tekanan dari para investor agar perusahaan-perusahaan teknologi besar menunjukkan hasil nyata dari investasi mereka di sektor AI.

Di sisi lain, munculnya model AI berbiaya rendah namun berkualitas tinggi dari perusahaan teknologi China, DeepSeek, mulai menantang pandangan bahwa hanya perusahaan dengan modal miliaran dolar yang mampu menciptakan model AI terbaik.

Dengan persaingan yang semakin ketat dan ekspektasi publik yang tinggi, peluncuran Llama 4 menjadi salah satu momen penting dalam strategi Meta untuk mengukuhkan posisinya di era kecerdasan buatan. Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Meta terkait tanggal pasti peluncuran model tersebut.