Bagikan:

JAKARTA – Astronot yang baru kembali ke Bumi setelah menghabiskan waktu di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) biasanya tidak dapat berdiri atau berjalan. Bahkan, kondisi kesehatannya tidak terlalu baik.

Mereka bisa saja mual atau merasa pusing setelah mendarat. Hal ini bisa terjadi pada astronot yang menghabiskan waktu selama tiga bulan di ISS, tetapi apa yang terjadi pada Astronot NASA Suni Williams dan Butch Wilmore yang terjebak selama sembilan bulan di ISS?

Jika Anda melihat rekaman saat kedua astronot tiba di darat, mereka tidak bisa berjalan, tetapi masalah ini tidak akan muncul selamanya. Saat berada di luar angkasa, astronot tidak perlu berdiri atau berjalan sehingga kekuatan pada otot tidak digunakan.

Pada tahun 2015, mengutip dari BBC, astronot bernama Tim Peake sempat ditanya mengenai situasi tubuhnya selama berada di ISS. Peake mengatakan bahwa tubuh akan terasa lebih santai selama berada di ISS, baik itu ototnya maupun degup jantungnya.

"Rasanya seperti sedang berlibur," ujar Peake. "Degup jantung Anda lebih tenang, otot dan tulang Anda lebih santai. Anda melayang-layang di stasiun luar angkasa dalam lingkungan tanpa gravitasi yang menakjubkan ini."

Dengan penjelasan ini, sangat masuk akal jika Williams dan Wilmore 'lupa' caranya berjalan setelah mendarat di Bumi. Hal lain yang sangat mungkin terjadi adalah penuaan dini karena jantung dan pembuluh darah bekerja lebih ringan hingga melemah. 

Bukan hanya jantung dan pembuluh darah yang melemah, tulang pun ikut menjadi rapuh karena tidak ada keseimbangan antara sel-sel yang memecah tulang lama dengan yang baru. Keseimbangan ini terganggu karena para astronot bekerja melawan gravitasi. 

Meski situasinya terdengar buruk, kesehatan astronot bisa kembali pulih setelah menjalani berbagai pemeriksaan dan pelatihan kesehatan. Masalah penuaan dini dan hilangnya kemampuan otot ini akan berhenti setelah astronot pulang dari luar angkasa.