JAKARTA – Pada 6 Maret 2025, Utah menjadi negara bagian AS pertama yang berencana mewajibkan toko aplikasi memverifikasi usia pengguna. Aturan ini didukung oleh Meta, tetapi ditentang oleh Google.
Badan legislatif di negara bagian tersebut telah membuat Rancangan Undang-Undang (RUU) Akuntabilitas App Store. Di dalam RUU tersebut, toko aplikasi tidak hanya diwajibkan memverifikasi usia pengguna, tetapi juga mengajukan izin pengunduhan aplikasi kepada orang tua.
Pengajuan ini dibutuhkan agar anak di bawah umur bisa mengunduh aplikasi yang tepat, sesuai dengan usianya, dan tidak bertentangan dengan kebijakan platform maupun negara. Meski tujuannya baik, Google menyatakan bahwa Meta hanya ingin lepas dari tanggung jawab.
Menurut Google, Meta dan sejumlah perusahaan lainnya sengaja mendukung kebijakan baru di Utah dan negara bagian lainnya untuk memindahkan tanggung jawab mereka ke penyedia layanan. Dengan begitu, Meta tidak perlu lagi memperhatikan usia anak di platformnya.
"Ada berbagai usulan legislatif yang bergerak cepat yang didorong oleh Meta dan perusahaan lain dalam upaya untuk mengalihkan tanggung jawab mereka sendiri untuk menjaga anak-anak tetap aman ke toko aplikasi," kata Google dalam sebuah postingan.
Raksasa teknologi itu menjelaskan bahwa kewajiban memverifikasi usia pengguna, khususnya anak di bawah umur, akan menimbulkan risiko. Pemberian informasi pribadi ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk mencuri dan menjual datanya.
"Usulan ini menimbulkan risiko baru terhadap privasi anak di bawah umur," ungkap Google. "RUU tersebut menentukan bagaimana orang tua mengawasi anak-anak mereka dan berpotensi memutus layanan digital seperti aplikasi pendidikan atau navigasi bagi remaja."
BACA JUGA:
Alih-alih mewajibkan toko aplikasi untuk memverifikasi usia pengguna akun dan menyebarkan informasi usianya kepada pengembang tanpa izin orang tua, Google menyarankan pemberian informasi usia hanya ke pengembang tertentu.
"Dalam proposal kami, hanya pengembang yang membuat aplikasi yang mungkin berisiko bagi anak di bawah umur yang akan meminta sinyal usia standar industri dari toko aplikasi, dan informasi tersebut hanya dibagikan dengan izin dari pengguna (atau orang tua mereka)," jelas Google.
Selain mengajukan kebijakan tersebut, Google juga menyarankan badan legislatif dari negara bagian AS, termasuk Utah, untuk membuat batasan yang dapat menghalangi pengembang tidak bertanggung jawab. Selain itu, konsekuensi yang tegas juga diperlukan.
"Usulan kami membantu memastikan bahwa sinyal usia apa pun digunakan secara bertanggung jawab, dengan konsekuensi yang jelas bagi pengembang yang melanggar kepercayaan pengguna. Misalnya, usulan ini melindungi pengembang dari akses atau penyebaran sinyal usia yang tidak semestinya," ujar Google.