Bagikan:

JAKARTA - Di era di mana kecerdasan buatan (AI) terus berkembang dan menggerakkan tingkat otonomi yang lebih tinggi di seluruh lingkup organisasi, Accenture melihat hubungan mutualisme yang terjadi antara manusia dan mesin. 

Dalam Laporan Accenture Technology Vision 2025, Accenture mengungkapkan bahwa AI tidak hanya sekadar alat otomatisasi, tetapi juga mitra yang terus berkembang bersama manusia, menciptakan hubungan mutualisme yang saling menguntungkan.

“Manusia dan Al mendefinisikan hubungan mutualisme, di mana semakin banyak orang menggunakan Al, semakin Al meningkat, dan semakin banyak orang yang ingin menggunakannya,” tulis laporan Accenture. 

Tidak seperti otomatisasi konvensional, Accenture melihat bahwa AI tidak hanya memberikan manfaat sekali pakai, tetapi juga dapat meningkatkan dan memajukan keterampilannya dari waktu ke waktu. 

Yang pada akhirnya, sebanyak 80 persen eksekutif global yang disurvei dalam laporan ini mengungkapkan pentingnya membangun hubungan positif antara manusia dan AI.  

Hal ini dapat dicapai dengan melibatkan pekerja dalam proses implementasi AI, memberikan pelatihan yang memadai, serta mengomunikasikan manfaat teknologi ini secara transparan.

Karena menurut Cloud Lead, Accenture, Indonesia, Johannes Kolibonso, peran manusia sangat penting dalam mengendalikan dan implementasi AI. 

“Kalau kita lihat AI ini kan powerful tools ya, tapi pangkal-pangkalnya mestinya manusia. Sebagus-bagusnya teknologi, kalau nggak dipakai sama manusianya, akhirnya nggak ada manfaatnya,” kata Jo pada Kamis, 27 Februari di kantor Accenture, Jakarta.  

Jo juga menegaskan bahwa AI berbeda dengan teknologi lain. Di mana AI merupakan sebuah learning technology, yang perlu belajar dari manusia. Sehingg pada akhirnya, AI dapat memberikan respons lebih cepat dan tepat. 

“Karena keduanya, antara manusia sama teknologinya, belajar satu sama lain. AI-nya ini, teknologinya ini, it's a learning technology. Dia belajar dari kita juga. The more we use it, kalau udah pakai, feedback (pengguna) itu digunakan oleh AI-nya untuk belajar,” tegasnya. 

Meskipun AI terus berkembang, laporan Accenture ini kembali menegaskan bahwa teknologi ini bukan pengganti manusia, melainkan mitra yang dapat memperkaya pengalaman kerja dan mendorong inovasi.