JAKARTA - Sepanjang 2024, LinkAja mengumumkan telah berhasil mencatatkan total transaksi QRIS hingga 20 juta transaksi dalam setahun, dengan rata-rata transaksi bulanan mencapai 2 juta transaksi.
Untuk QRIS, LinkAja mencatat pembayaran ritel seperti pembelanjaan fisik/offline di minimarket atau supermarket, pembelanjaan online di ecommerce, bahan bakar dan gas, serta transaksi non-profit berupa donasi keagamaan, mendominasi transaksi.
Sedangkan dari aspek merchant, hingga saat ini, sudah terdapat lebih dari 3 juta merchant yang terdaftar di LinkAja dan terbukti mampu berkontribusi sebesar hampir 30 persen terhadap pertumbuhan transaksi LinkAja secara keseluruhan.
Pertumbuhan ini sesuai dengan fokus bisnis LinkAja untuk menjadi B2B2C di mana pemberdayaan merchant yang mayoritas merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM) di Tanah Air turut menjadi perhatian utama.
Untuk itu, Chief Executive Officer LinkAja, Yogi Rizkian Bahar mengungkapkan komitmen LinkAja untuk meningkatkan engagement pengguna melalui berbagai inovasi layanan, integrasi teknologi, dan kemitraan dengan merchant.
“Spesifik untuk poin ketiga, dalam rangka terus mendorong pertumbuhan QRIS, LinkAja berkomitmen untuk memperluas jaringan mitra dan mempermudah aksesibilitas pembayaran digital bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Yogi.
BACA JUGA:
Selain itu, Yogi menambahkan, LinkAja juga terbuka untuk berkolaborasi dengan sektor merchant apa saja. Ia berharap, strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi mereka sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem pembayaran digital nasional.
Tidak lupa, menjelang bulan Ramadan, LinkAja berkomitmen untuk meningkatkan fitur yang telah dilakukan oleh LinkAja Syariah, dengan meningkatkan jumlah pengguna terdaftar, memperkuat keterlibatan dan pengalaman pengguna, serta menyiapkan berbagai kampanye dan program khusus untuk pengguna.