Bagikan:

JAKARTA - Restoran dengan pemandangan terbaik di dunia mungkin sudah biasa, tapi tidak ada yang bisa menawarkan pengalaman seunik ini. Rasmus Munk, chef berbintang Michelin dari restoran Alchemist di Copenhagen, Denmark, mengumumkan akan memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk menikmati makan malam di ujung luar angkasa.

Enam orang yang beruntung - dan tentunya sangat kaya - akan berkesempatan naik 'balon luar angkasa' setinggi 100.000 kaki (3,5 km) di atas permukaan laut pada tahun depan.

Selama pengalaman enam jam ini, setiap tamu akan disajikan 'hidangan yang terinspirasi oleh peran penjelajahan ruang angkasa'.

Namun dengan harga fantastis 495.000 dolar AS (sekitar Rp 7,4 miliar) per tiket, pengalaman bersantap di restoran dengan pemandangan tanpa batas (secara harfiah) ini tentunya dibanderol dengan harga selangit.

Ekspedisi kuliner tersebut akan berlangsung di atas Spaceship Neptune milik Space Perspective. Meskipun namanya terdengar seperti pesawat luar angkasa sungguhan, Spaceship Neptune sebenarnya adalah kapsul bertekanan yang digantung di bawah balon hidrogen raksasa.

Tanpa roket atau mesin jet, penerbangan ini diperkirakan cukup tenang sehingga siapa pun dapat ikut tanpa perlu pelatihan khusus. Balon tersebut rencananya akan lepas landas dari Florida dengan kecepatan 12mph (19 km/jam).

Pada titik tertinggi, para tamu dapat melihat Bumi dari bawah melalui jendela terbesar yang pernah dibawa ke luar angkasa.

Menurut Chef Munk, makan malam akan disajikan saat para tamu menyaksikan matahari terbit di atas lekukan Bumi. Yang penting, ia menegaskan bahwa wahana tersebut tidak akan memasuki gravitasi mikro selama penerbangan, sehingga para tamu dan makanan tidak akan mengalami keadaan tanpa bobot.

Para tamu akan disuguhi hidangan mereka di atas Spaceship Neptune milik Space Perspective, kapsul bertekanan yang dapat menampung delapan penumpang dan seorang pilot.

Meskipun detail menu masih dirahasiakan, pihak penyelenggara mengatakan hidangan tidak akan dimasak menggunakan api terbuka.

Mengingat ukuran kapsul yang kecil, belum jelas apakah makanan akan benar-benar disiapkan di dalam wahana atau hanya disajikan di sana.

Namun, jika mengikuti menu Alchemist sebelumnya, pengalaman bersantap ini tentunya akan menampilkan banyak teknik memasak yang tak biasa.

Sebelumnya, menu Alchemist yang mereka sebut sebagai 'kesan' pernah menyajikan semut kayu yang disajikan dalam permen, gel mata ikan cod, dan hidangan penutup yang disajikan dalam kepala silikon.

Pada tahun 2010, restoran ini bahkan menciptakan hidangan bunga sakura khusus untuk Badan Antariksa Jepang.

Selain terkesan mewah, misi untuk mengirim enam orang untuk makan malam di luar angkasa ini juga ingin mempromosikan misi sosial mereka. Para tamu akan dibawa ke ujung luar angkasa dengan 'pesawat luar angkasa netral karbon' pertama di dunia.

Semua hasil penjualan tiket akan disumbangkan ke Space Prize Foundation, sebuah badan amal yang berdedikasi untuk meningkatkan peran perempuan dalam industri luar angkasa.

Alchemist juga berharap bahwa pengalaman melihat Bumi dari atas akan menjadi 'pengingat yang serius bahwa nasib kita saling terkait.'

Saat ini, Space Perspectives belum meluncurkan penerbangan komersial pertamanya, tetapi mereka berharap dapat melakukannya sebelum akhir tahun. Jika berhasil, perusahaan ini bisa bergabung dengan sejumlah perusahaan lain yang berlomba menawarkan gelombang pertama wisata luar angkasa.