YOGYAKARTA – Istilah knocking sudah sangat familiar di kalangan pengemudi mobil. Suara ketukan dari mesin ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga menjadi pertanda masalah serius pada mesin kendaraan. Banyak pemilik mobil bertanya-tanya, mengapa mesin knocking bisa terjadi padahal mobil terlihat masih normal?
Jika dibiarkan terus-menerus, knocking dapat menyebabkan kerusakan komponen mesin yang mahal. Oleh sebab itu, penting untuk memahami penyebab utama knocking serta cara mengatasinya dengan tepat.
Apa Itu Knocking pada Mesin Mobil?
Knocking adalah bunyi ketukan abnormal yang berasal dari ruang pembakaran mesin. Fenomena ini terjadi ketika campuran bahan bakar dan udara terbakar secara tidak sempurna, bahkan sebelum busi menyala. Pembakaran dini ini menghasilkan ledakan tidak terkendali yang disertai getaran kuat.
Getaran tersebut memengaruhi komponen internal seperti piston, stang piston, dan bearing. Akibatnya, mesin kehilangan efisiensi, akselerasi menurun, dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan keausan dini hingga kerusakan permanen.
Mengapa Mesin Knocking Bisa Terjadi?
Menyadur laman resmi Suzuki, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan knocking pada mobil, lengkap dengan cara mengatasinya:
- Penggunaan Bahan Bakar dengan Oktan Rendah
Salah satu penyebab paling sering mengapa mesin knocking bisa terjadi adalah pemakaian bahan bakar yang oktan-nya terlalu rendah. Setiap mesin mobil memiliki rasio kompresi tertentu yang memerlukan oktan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan (biasanya minimal 90–92).
Bahan bakar oktan rendah mudah terbakar sendiri akibat tekanan dan suhu tinggi di ruang bakar. Meskipun awalnya terasa lebih hemat, biaya perbaikan di kemudian hari justru bisa jauh lebih mahal.
Cara mengatasi: Selalu gunakan bahan bakar sesuai spesifikasi yang tertera di tutup tangki bensin, seperti Pertamax atau yang setara.
BACA JUGA:
- Penumpukan Endapan Karbon di Ruang Bakar
Endapan karbon yang menumpuk seiring waktu juga menjadi jawaban mengapa mesin knocking bisa terjadi. Deposit ini mengurangi volume ruang bakar, sehingga kompresi meningkat secara berlebihan. Karbon juga berfungsi sebagai “titik panas” yang memicu pembakaran prematur.
Masalah ini sering ditemui pada mobil bekas atau kendaraan yang jarang dilakukan perawatan rutin.
Cara mengatasi: Lakukan pembersihan ruang bakar secara berkala. Pada mobil bekas, sebaiknya bersihkan ruang bakar terlebih dahulu sebelum mengganti jenis bahan bakar.
- Busi yang Tidak Sesuai Spesifikasi
Busi yang salah atau sudah aus dapat menyebabkan percikan api lemah. Akibatnya, pembakaran tidak sempurna dan endapan karbon semakin cepat terbentuk. Inilah salah satu alasan mengapa mesin knocking bisa terjadi meskipun BBM sudah sesuai.
Cara mengatasi: Ganti busi sesuai rekomendasi pabrikan. Jangan memilih busi murah hanya untuk menghemat biaya kecil, karena dampaknya bisa sangat besar.
- Suplai Bahan Bakar dan Udara yang Tidak Seimbang
Pada mobil karburator, pengaturan yang tidak tepat menyebabkan campuran bahan bakar dan udara terlalu kaya atau terlalu miskin. Sementara pada mobil injeksi, kerusakan sensor MAP (Manifold Air Pressure) sering menjadi pemicu utama.
Ketika suplai tidak sesuai standar, ECU mengatur pengapian secara tidak optimal, sehingga knocking muncul.
Cara mengatasi: Lakukan penyetelan karburator di bengkel terpercaya atau ganti sensor MAP yang rusak.
Demikian penjelasan tentang mengapa mesin knocking bisa terjadi. Dapatkan update berita pilihan lainnya dengan mengunjungi laman VOI.id.