Bagikan:

JAKARTA – Yadea menghadirkan pengalaman berkendara berbeda lewat kegiatan "15 Wanita Bergaya Jelajahi Jakarta bersama Yadea OVA" yang digelar belum lama ini.

Melalui agenda ini, Yadea mendorong masyarakat lebih dekat dengan mobilitas ramah lingkungan, tapi tetap mendukung gaya hidup urban masa kini.

Dalam aktivitas city ride tersebut, 15 peserta menempuh perjalanan sekitar 45 kilometer dari diler Yadea Duri Kosambi menuju Yadea Kelapa Gading.

Rute melintasi sejumlah ikon Ibu Kota, seperti Bundaran HI, Monas, dan Lapangan Banteng, menjadikannya ajang eksplorasi sekaligus kampanye penggunaan kendaraan listrik di perkotaan.

Setiap kali tiba di titik landmark utama, para peserta menampilkan atraksi flashmob dance yang menarik perhatian publik. Aksi ini menjadi cara Yadea menunjukkan karakter OVA sebagai sepeda listrik yang memang cocok untuk perempuan.

Yadea OVA sendiri mengusung desain retro modern dengan sentuhan teknologi terkini. Model ini dirancang untuk mendukung mobilitas harian, terutama di jalanan kota yang padat, dengan fokus pada kenyamanan dan kemudahan berkendara.

"Hari ini kami habis muter-muter dari Bundaran HI terus juga ke diler Kemayoran, Monas sampai ke Kelapa Gading pakai OVA, seru banget. Aku suka banget karena OVA ada lima varian warna yang cantik banget," ujar Andini, seorang peserta riding dalam keterangan resmi yang diterima VOI, Sabtu, 29 November 2025.

Melalui kegiatan ini, Yadea Indonesia ingin menunjukkan bahwa mobilitas perkotaan dapat menjadi lebih menyenangkan dan berkelanjutan.

OVA tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga representasi gaya hidup baru yang menggabungkan efisiensi, tampilan fashionable, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan desain ikonik dan performa yang mendukung kebutuhan mobilitas modern, Yadea OVA hadir sebagai pilihan bagi masyarakat yang ingin tampil beda sekaligus bergerak lebih hijau di tengah dinamika Jakarta.

Sepeda listrik ini memang diklaim ramah untuk perempuan dengan footrest 350 mm dan dual seat 615 mm. Kemudian ada lampu depan otomatis, SOC Battery Monitoring, TCS traction control, HDC downhill assist, Goddess Mode, dan yang lainnya.

Kemudian, ada fitur P-mode atau parkir otomatis mencegah motor bergerak tanpa kendali, lengkap dengan SOC Battery Monitoring dan lampu depan otomatis. Kombinasi suspensi depan-belakang, rem cakram dan tromol, serta tombol mundur bikin OVA nyaman dan mudah dikendalikan di jalanan perkotaan.

Yadea OVA didukung baterai graphene TTFAR dengan daya yang telah ditingkatkan hingga 25 persen. Baterainya digaransi hingga 20.000 kilometer atau 2 tahun.

Yadea OVA juga dibekali motor listrik TTFAR berkapasitas 600 watt. Teknologi baterai TTFAR mendukung >1000 siklus pengisian. Yadea mengklaim, cukup satu kali isi daya memungkinkan untuk digunakan hingga satu minggu.

Urusan performa, Yadea OVA dibekali baterai 48V/23Ah dan melaju sejauh 60 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh dengan kecepatan maksimalnya mencapai 42 km/jam. Sepeda listrik ini dijual mulai dari Rp8,9 juta on the road untuk wilayah Jawa.