Bagikan:

JAKARTA – Lando Norris sangat difavoritkan untuk mengamankan gelar Formula 1 (F1) musim kompetisi 2025 dalam balapan yang akan berlangsung di Qatar pada akhir pekan ini.

Persaingan perebutan titel juara dunia F1 2025 memasuki fase krusial dalam balapan yang akan berlangsung di Sirkuit Lusail pada Minggu, 30 November 2025. Norris, yang memimpin klasemen, punya kans mengunci gelar di sana.

Pebalap asal Inggris tersebut yang lebih diunggulkan menuju podium utama sekaligus merengkuh gelar juara dunia pertamanya di saat Max Verstappen membidik kemenangan ketiga beruntun di Qatar.

Qatar merupakan salah satu dari dua seri balapan tersisa musim ini dan Verstappen masih tertinggal 24 poin dari Norris. Situasi itu membuat Verstappen tidak boleh kehilangan banyak poin di Qatar jika ingin tetap bersaing dalam perebutan gelar.

Norris tiba di Qatar dengan status kandidat terkuat. Pebalap McLaren berusia 26 tahun itu hanya butuh menjaga konsistensi dan meninggalkan Qatar dengan keunggulan 26 poin atas Verstappen untuk memastikan gelar.

Jika skenario ideal tercapai maka ia menjadi pebalap Inggris pertama yang juara dunia sejak era Lewis Hamilton sekaligus membuka peluang McLaren mengulang kejayaan ganda pebalap dan konstruktor sejak 1998.

Oscar Piastri juga masih memiliki kesempatan matematis meskipun performanya menunjukkan penurunan dalam beberapa seri terakhir. Jumlah poinnya sama dengan Verstappen, tetapi selalu tampil kurang memuaskan dalam beberapa balapan terakhir.

Margin poin yang relatif aman memberi ruang bagi Norris mengatur ritme, termasuk bermain lebih konservatif dalam Sprint Race pada Sabtu, 29 November 2025, dan balapan utama yang berlangsung keesokan harinya.

Kepala Tim McLaren, Andrea Stella, kembali menegaskan komitmen tim menjaga perlakuan adil bagi dua pebalapnya sampai peluang benar-benar tertutup. Ia menegaskan tak akan ada instruksi khusus mendukung salah satu pebalap.

"Kami tidak akan menutup pintu kecuali ditutup oleh matematika," ujar Stella dilansir French 24.

Stella memiliki rekam pengalaman dalam perebutan gelar ketat. Ia pernah menjadi insinyur lomba Kimi Raikkonen ketika merebut titel 2007 bersama Ferrari. Ketika itu dia menyalip dua pebalap McLaren, Fernando Alonso dan Lewis Hamilton, meski tertinggal 17 poin dengan dua balapan tersisa.

Ia juga mendampingi Alonso pada 2010 ketika gelar lepas di seri terakhir dan Sebastian Vettel mengambil titel bagi Red Bull dengan defisit 15 poin di awal pekan lomba.

Dengan pengalaman itu, Stella menilai peluang Piastri belum tertutup sepenuhnya. Performanya bisa terangkat lagi karena balapan yang akan datang berlangsung di atas lintasan cepat seperti Lusail.

Sirkuit Lusail akan menampilkan tantangan ekstra setelah Pirelli mewajibkan minimal dua pit-stop akibat tingkat keausan ban yang tinggi. Setiap set ban hanya diperbolehkan digunakan maksimal 25 lap, membuka ruang strategi yang bisa mengundang kejutan dari tim seperti Mercedes atau Ferrari.

Situasi teknis itu bisa memicu duel ketat hingga seri pamungkas di Abu Dhabi, yang berpotensi menjadi pertarungan 'winner takes all' antara dua atau bahkan tiga kandidat.

Jika Verstappen mampu menjaga momentum yang telah memangkas 104 poin sejak awal September 2025, tekanan terhadap McLaren diprediksi semakin kuat, dan membuat akhir musim semakin dramatis.