Bagikan:

JAKARTA - Sebuah studi terbaru dari Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) menilai iklan mobil yang menonjolkan performa turut berkontribusi terhadap budaya ngebut di Amerika Serikat. Namun di sisi lain, lembaga tersebut dinilai belum sepenuhnya menyoroti faktor lain yang disebut jauh lebih besar pengaruhnya, yakni desain jalan raya.

Dalam laporan itu, IIHS mengungkapkan produsen otomotif kini semakin sering memasarkan aspek kecepatan, tenaga, traksi, hingga kemampuan performa kendaraan, sementara pesan terkait keselamatan justru semakin jarang ditampilkan. Adegan drift dengan asap tebal, manuver agresif, hingga aksi offroad sinematik disebut berpotensi membentuk persepsi bahwa berkendara cepat adalah hal yang normal.

Melansir dari Carscoops, Sabtu, 16 Mei, IIHS mencatat lebih dari 11.000 orang meninggal dunia akibat kecelakaan terkait kecepatan di Amerika Serikat sepanjang 2024. Organisasi tersebut menegaskan bahwa kecepatan memang menjadi salah satu faktor utama dalam fatalitas kecelakaan lalu lintas.

Para peneliti menganalisis hampir 3.000 iklan televisi dan digital. Hasilnya, tema performa muncul dalam 42,7 persen iklan, sedangkan pesan keselamatan hanya ditemukan pada 8,1 persen materi promosi. Menurut IIHS, tren tersebut memperkuat obsesi masyarakat Amerika terhadap kecepatan.

Meski demikian, studi tersebut juga mengakui belum ada hubungan sebab-akibat yang terbukti secara langsung antara iklan kendaraan dengan perilaku berkendara masyarakat. Pada dasarnya, penelitian itu hanya menyoroti kemungkinan adanya pengaruh terhadap cara orang mengemudi.

Di sisi lain, IIHS sebenarnya telah lama mengetahui faktor lain yang dinilai lebih nyata memengaruhi perilaku pengemudi, yaitu desain jalan. Organisasi itu sebelumnya berkali-kali mendukung konsep Safe System serta perubahan infrastruktur jalan untuk menekan perilaku berkendara berbahaya.

Para insinyur lalu lintas juga telah lama memahami bahwa pengemudi cenderung menyesuaikan kecepatan dengan desain jalan, bukan semata mengikuti angka pada rambu batas kecepatan. Amerika Serikat sendiri selama puluhan tahun membangun jalan arteri yang lebar dengan banyak lajur, jarak pandang panjang, serta minim hambatan visual.

Kondisi tersebut membuat banyak ruas jalan terasa aman untuk dipacu dalam kecepatan tinggi, meski batas kecepatan yang dipasang hanya sekitar 35 mph. Akibatnya, arus lalu lintas kerap melaju hingga 50 mph. Karena itu, muncul pandangan bahwa menyalahkan iklan mobil saja terasa kurang tepat.

Jika sistem dan lingkungan memang membentuk perilaku pengemudi, maka desain jalan raya yang menyerupai landasan pacu dinilai layak mendapat perhatian setidaknya sama besar, bahkan mungkin lebih besar, dibanding iklan berdurasi 30 detik yang menampilkan mobil menikung secara agresif.