JAKARTA - Harga minyak mentah dunia tembus di level US$100 barel imbas perang Israel-AS s Iran. Kondisi tersebut tentunya membuat tak sedikit khawatir akan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Di sisi lain, imbas harga tinggi itu bisa berpotensi mendorong minat masyarakat terhadap kendaraan listrik. Seperti diungkapkan oleh CEO PT Sokonindo Automobile Alexander Barus.
"Kondisi di Timur Tengah sekarang ini berpotensi membuat harga minyak terus naik. Kalau memang terjadi tentu semua barang akan terdampak karena komponen transportasi sangat besar," katanya, saat ditemui di Jakarta, Senin, 9 Maret.
Lebih lanjut ia mengatakan, ketika harga bahan bakar minyak mengalami kenaikan tentu konsumen kemungkinan akan mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif.
BACA JUGA:
Ia menambahkan, mobil listrik tidak bergantung pada bahan bakar minyak seperti kendaraan konvensional. Kendaraan tersebut hanya membutuhkan energi listrik untuk beroperasi, sehingga tidak terpengaruh langsung oleh fluktuasi harga minyak dunia.
"Mobil listrik tidak menggunakan minyak dan secara logika akan ada pergeseran ke mobil listrik," tambahnya.
Namun demikian ia mengungkapkan perkembangan kendaraan listrik tak hanya dipengaruhi faktor harga energi, tapi kebijakan pemerintah bisa menjadi salah satu faktor.
Seperti diketahui, PT Sokonindo Automobile menaungi merek DSFK di Indonesia dan memiliki model kendaraan listrik Gelora E yang memang sampai saat ini cukup diminati.