JAKARTA - Chery Group resmi menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja impresif. Produsen otomotif asal China ini membukukan penjualan Desember 2025 sebesar 244.928 unit, sementara total penjualan sepanjang tahun mencapai 2.806.393 unit atau naik 7,8 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dari total tersebut, Chery Automobile Co., Ltd. mencatatkan penjualan 2.631.381 unit dengan pertumbuhan tahunan 8 persen. Chery menyebut tahun 2025 sebagai periode “Empat Terobosan Bersejarah”.
Empat sejarah baru itu adalah pencapaian tertinggi pada aspek total penjualan, ekspor, kendaraan energi baru (NEV), serta kualitas produk. Dengan torehan tersebut, basis konsumen global Chery kini meningkat menjadi 18,53 juta pengguna.
Dalam keterangan resminya Senin, 19 Januari, Chery mencatat lonjakan besar di sisi ekspor pada Desember 2025 dengan 144.430 unit. Artinya, naik 46,8 persen secara tahunan dan untuk pertama kalinya menembus 140 ribu unit dalam sebulan.
Secara kumulatif sepanjang 2025, ekspor mencapai 1.344.020 unit atau naik 17,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Total ekspor Chery kini sudah menembus 5,85 juta unit, sekaligus mencatatkan tiga rekor bagi produsen otomotif China, ekspor bulanan, tahunan, dan kumulatif.
Chery juga mempertahankan status sebagai eksportir mobil penumpang terbesar China selama 23 tahun berturut-turut. Performa penjualan kendaraan energi baru turut menunjukkan tren kuat.
Sepanjang 2025, penjualan NEV Chery mencapai 903.847 unit, melonjak 54,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Chery menilai skala produksi serta laju pertumbuhan NEV mereka tetap berada di barisan terdepan industri.
BACA JUGA:
Di Indonesia, penjualan Chery disebut terus menguat seiring strategi produk serta layanan yang makin selaras dengan kebutuhan pasar. Berdasarkan data GAIKINDO, penjualan retail Chery sepanjang 2025 melonjak 126 persen dibanding tahun sebelumnya, sementara penjualan wholesale naik 111 persen.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar sekaligus penguatan jaringan distribusi di Tanah Air. Chery juga menyoroti peningkatan kualitas produk sebagai salah satu terobosan penting.
Perusahaan meraih penghargaan “China Quality Award Nomination” serta mencatat hasil kuat dalam penilaian J.D. Power. Chery menempati peringkat pertama di antara merek domestik di lima kategori utama, mulai dari Initial Quality Study (IQS) hingga Vehicle Dependability Study (VDS), yang membuatnya disebut sebagai satu-satunya merek domestik dengan prestasi “lima mahkota”.
Selain itu, sebanyak 60 model Chery telah mengantongi peringkat keselamatan bintang lima secara global, tertinggi di antara pabrikan otomotif China. Capaian tersebut didorong strategi pengembangan Chery di lima jalur utama, meliputi kendaraan bahan bakar baru, kendaraan energi baru, ekspansi global baru, lini bisnis baru, serta teknologi baru.
Dalam strategi “fuel-electric synergy”, Chery memperluas portofolio produk agar dapat menjangkau kebutuhan pengguna yang lebih luas. Melalui pendekatan “Bahan Bakar Baru”, Chery meluncurkan generasi terbaru TIGGO dan HIMLA dengan pengalaman berkendara dan fitur pintar yang semakin menyerupai kendaraan listrik, termasuk pada model bermesin konvensional.
Di sisi kendaraan energi baru, Chery menyebut lebih dari 90 persen produk baru yang diluncurkan sepanjang 2025 merupakan NEV. Model seperti TIGGO 7 CSH dan TIGGO 8 CSH diklaim mencatat performa penjualan yang kuat dan turut memperkuat posisi Chery dalam jajaran teratas industri NEV.
Untuk ekspansi global, Chery mempercepat penetrasi ke pasar berregulasi tinggi, termasuk Eropa. Perusahaan menyebut telah masuk ke 15 negara di kawasan tersebut, seperti Inggris, Spanyol, dan Italia.
Selain bisnis otomotif, Chery turut mengembangkan “second growth curve” berbasis ekosistem pengguna, mencakup suku cadang, pembiayaan, langganan perangkat lunak, hingga energi hijau. Perusahaan juga menyiapkan “third growth curve” berbasis teknologi inti seperti robotaxi dan robot humanoid.
Sepanjang 2025 juga, Chery mengklaim telah memperkenalkan lebih dari 10 teknologi terdepan dunia untuk memperkuat portofolio teknologinya, dan ke depan berencana menggelar AI Night guna memamerkan strategi serta terobosan terbaru di bidang kecerdasan buatan.
Berbagai pencapaian itu ikut mendorong penguatan nilai merek Chery di tingkat global. Saat ini, bisnis Chery telah menjangkau lebih dari 120 negara dan wilayah dengan basis pengguna global mencapai 18,53 juta, termasuk 5,85 juta pengguna di luar negeri.
Menatap 2026, Chery menegaskan komitmen pertumbuhan berkualitas tinggi dengan target pertumbuhan penjualan tahunan yang melampaui rata-rata industri sebesar 10 hingga 20 poin persentase.