JAKARTA - Special Stage (SS) pertama Rally Dakar 2026 di Yanbu, Arab Saudi, Minggu, 4 Januari, menjadi ujian sesungguhnya bagi pereli Indonesia Julian Johan. Bersama co-driver asal Prancis, Mathieu Monplaisi, Jeje menuntaskan etape sejauh 219 kilometer dengan hasil mengesankan.
Keduanya berakhir di posisi keenam Kelas H.2 dan peringkat ke-11 secara keseluruhan di Grup Dakar Classic. Etape panjang ini terasa kontras dengan Prologue 24 kilometer sehari sebelumnya, dan medan lebih bervariasi, durasi panjang, serta ritme Dakar yang sesungguhnya membuat tantangan meningkat drastis.
“Stage satu ini luar biasa. Dari alamnya, dari tantangan treknya, dan dari jaraknya. Boleh dibilang stage satu ini atau hari keduanya rally Dakar, ini baru yang menjadi menu utamanya Dakar. Di SS pertama ini saya telah berhasil melewati rute mencapai 219 kilometer. Jadi hari ini benar-benar baru terasa sekali tantangan beratnya sebuah Dakar,” ucap pembalap yang akrab disapa Jeje, dikutip dari keterangan resminya, Senin 5 Januari.
Sorotan lain datang dari kendaraan yang ia pacu, Toyota Land Cruiser 100. SUV legendaris yang dikenal dengan ketangguhan dan karakter reli jarak jauh.
Mobil ini mengandalkan konstruksi body on frame khas Land Cruiser yang kuat, dipadukan mesin enam silinder 4.5 liter yang terkenal bandel dan kaya torsi putaran bawah, modal penting untuk melahap ratusan kilometer di gurun.
Sistem penggerak empat roda penuh dengan low range memastikan traksi tetap terjaga di pasir dalam dan jalur berbatu. Sementara suspensi heavy duty serta sistem pendinginan yang diperkuat pada spesifikasi Dakar Classic membuat mobil mampu bertahan dalam durasi panjang tanpa kompromi.
Setelah berjibaku sepanjang SS pertama, target Jeje untuk finis dengan kondisi mobil tetap baik akhirnya tercapai. Bahkan, secara teknis Land Cruiser 100 tidak mengalami kendala berarti selama etape berlangsung.
Namun, sebelum start SS pertama, ia sempat menghadapi insiden kecil. Dalam perjalanan menuju lokasi start, ban depan kanan robek setelah menghantam batu tajam. Jeje mengakui, kejadian tersebut berkaitan erat dengan adaptasinya terhadap posisi setir kiri.
“Karena memang saya yang kurang bisa mahir atau terbiasa membawa setir kiri itu jadinya terlalu ke kanan dan menghantam batu tersebut. Tapi syukur Alhamdulillah enggak butuh waktu lama, jadi kita start ss masih aman,” jelasnya.
BACA JUGA:

Mobil ini memang memiliki dimensi bodi besar dan kap mesin panjang menuntut presisi tinggi dalam membaca jarak sisi kendaraan. Kesalahan kecil saja bisa berujung benturan, sehingga adaptasi menjadi pekerjaan rumah penting bagi Jeje di hari-hari awal Dakar.
Meski hasil SS pertama sangat positif, kakak kandung dari pembalap Jordan Johan ini memilih untuk tetap menahan diri. Ia menegaskan tidak ingin gegabah dan lebih memilih fokus pada konsistensi, dan itu bakal jadi strategi di SS kedua dari Yanbu menuju Alula dengan jarak mencapai 316 kilometer.
“Buat pertama kali ada di sini sebenarnya secara persaingannya kalau melihat dari SS satu sangat memungkinkan, tapi balik lagi, saya enggak mau gegabah. Saya akan mencoba untuk fokus ke diri sendiri saja, bagaimana setiap harinya kita bisa finish dengan aman dan lancar,” tukasnya.
“Jadi dari ritmenya untuk membawa mobilnya tidak benar-benar di push, bahkan jauh lebih santai ketimbang saat saya sedang rally raid misalnya di IRRA atau AXCR sekalipun. Di sini masih harus menjaga mobil lebih jauh lagi, lebih maksimal lagi karena jaraknya lebih panjang dan medannya lebih berat dan durasinya lebih lama,” lanjut Jeje.
Kerja sama dengan Mathieu Monplaisi sejauh ini berjalan solid, namun Jeje menegaskan bahwa perjuangan Dakar masih sangat panjang. Dengan total 12 hari tersisa hingga etape terakhir pada 17 Januari 2026, fokus utamanya tetap satu.
“Tapi kembali lagi, buat saya enggak ada keharusan untuk bisa ngepush lebih jauh lagi, karena yang utama adalah bisa mencapai finish, bisa menyelesaikan semua SS sampai nanti tanggal 17 Januari, jadi kembali lagi hasil yang baik itu menjadi nomor dua, yang penting hasilnya finish dulu nomor satunya,” pungkas Jeje.