JAKARTA - Setelah hadir di Indonesia awal tahun lalu, Jaecoo subbrand dari Chery terus melebarkan sayapnya di pasar internasional dan akan memasuki pasar Australia awal tahun depan (2026).
Mengutip dari laman Driveau, Kamis, 18 Desember, model J5 dijadwalkan akan hadir pertama kali dalam wujud kendaraan listrik baterai (BEV) dalam satu varian spesifikasi tinggi, sebelum model hibrida yang lebih terjangkau dan model bensin turbo kelas entry-level pada pertengahan Maret 2026.
Jika mengacu dari strategi di atas berbeda dengan di Indonesia. Untuk pasar otomotif tanah air, Jaecoo menghadirkan versi hybrid terlebih dahulu untuk model J7 dan J8, dan belum lama ini meluncurkan J5 BEV.
BACA JUGA:
Harga J5 BEV di Australia akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan, tetapi perkirakan J5 BEV akan berada di kisaran 40.000 dolar Australia atau kisaran Rp442 jutaan, jauh lebih mahal dari pasar Indonesia yang dibanderol Rp200 jutaan.
Merek Jaecoo diposisikan di pasar Australia sebagai target pasar yang lebih muda dan sporty dibandingkan dengan saudaranya, Omoda yang berfokus pada kemewahan.
Spesifikasinya belum terungkap tapi diperkirakan hadir dengan motor listrik tunggal yang menghasilkan daya 155kW/ 288 Nm yang disalurkan ke roda depan, dan diklaim mampu mencapai kecepatan 100 km/jam dalam 7,7 detik serta jangkauannya diperkirakan mencapai 402 km.
J5 diklaim memiliki pengisi daya cepat 130kW yang dapat mengisi daya J5 dari 30 hingga 80 persen dalam 28 menit, yang siap menjadi penantang Mazda CX-30 , Kia Seltos , Hyundai Kona , MG ZS.