JAKARTA — Jaguar tampaknya berhasil membalikkan keraguan publik terhadap mobil listrik terbarunya. Setelah sempat menuai kontroversi lewat konsep Type 00 dan kampanye rebranding bertajuk “tidak meniru apa pun”, kini perhatian justru beralih ke substansi mobil itu sendiri.
Sejumlah jurnalis otomotif terkemuka yang telah menjajal prototipenya mulai memberikan pujian tinggi, dilansir dari Insideevs, Kamis, 18 Desember. Pemimpin redaksi majalah Autocar Steve Cropley, menjadi salah satu yang terkesan setelah mengemudikan prototipe sedan listrik Jaguar tersebut di fasilitas pengujian Gaydon, Inggris.
Ia bahkan menyebutnya sebagai mobil dengan kenyamanan berkendara terbaik yang pernah ada, sebuah klaim berani untuk kendaraan listrik berperforma tinggi. Menurut Cropley, kenyamanan luar biasa itu lahir dari kombinasi sasis yang sangat kaku dan suspensi udara adaptif tiga ruang.
Sistem ini mampu mengatur tingkat kekakuan dan redaman secara individual di setiap roda, sehingga mobil tetap stabil di berbagai kondisi jalan dan kecepatan. Tak hanya soal kenyamanan, Jaguar juga tampaknya serius menghadirkan performa ekstrem.
Prototipe ini mengusung konfigurasi tiga motor listrik dengan total output diperkirakan melampaui 1.000 tenaga kuda. Sekitar 900 tenaga kuda disalurkan ke roda belakang, menjadikannya mesin bertenaga brutal.
Top Gear bahkan menyebut mobil ini sangat potensial sebagai “drift monster”, berkat sistem vektor torsi presisi dari poros belakang bermotor ganda. Meski masih diselimuti kamuflase, sosok sedan listrik Jaguar ini sudah memancarkan aura kuat.
BACA JUGA:

Dimensinya terlihat sangat panjang dan rendah, dengan overhang depan pendek, kabin yang ditarik jauh ke belakang, serta bahu roda belakang yang tegas. Proporsinya mengingatkan pada mobil-mobil mewah era 1930-an karakter yang kini hanya bisa ditemui pada model-model tertentu Rolls-Royce dan Bentley.
Di dalam kabin, Jaguar menawarkan sesuatu yang jarang ditemukan pada mobil listrik modern, di mana posisi duduk yang sangat rendah. Berbeda dengan banyak EV yang membuat pengemudi seolah duduk di atas paket baterai.
Hasilnya adalah kombinasi kenyamanan premium, sentuhan sporty, dan pengalaman berkendara yang diklaim berbeda dari apa pun yang ada di pasar saat ini. Kemampuan jelajah berkecepatan tinggi juga menjadi nilai jual utama.
Cropley menyebut percakapan normal tetap bisa dilakukan tanpa meninggikan suara pada kecepatan hingga 150 mph, meski prototipe masih menggunakan kamuflase yang menambah kebisingan aerodinamika. Ia bahkan menduga mobil ini menggunakan transmisi dua percepatan, mirip Porsche Taycan, demi menjaga performa optimal di kecepatan tinggi.
Editor Top Gear Jack Rix, turut menguatkan kesan positif tersebut. Ia sepakat soal performa, kesenyapan, dan kenyamanan, serta mengungkap rencana Jaguar menghadirkan suara akselerasi yang tidak terdengar seperti pesawat luar angkasa.
Artinya, Jaguar kemungkinan akan mengadopsi suara buatan yang lebih realistis dan emosional, menyerupai karakter mesin konvensional berperforma tinggi. Dengan kapasitas baterai yang diprediksi sekitar 120 kWh, sedan listrik ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 400 mil dalam sekali pengisian daya.
Konsekuensinya, bobot mobil diperkirakan mencapai sekitar 2,2 ton. Meski tak bisa disebut ringan, Jaguar diyakini mampu menyetel karakter berkendara yang tetap menyenangkan, melanjutkan reputasi I-Pace sebagai salah satu EV dengan dinamika terbaik di kelasnya.
Jaguar dijadwalkan memperkenalkan versi produksi Type 00 pada tahun depan. Mobil tersebut kemungkinan akan hadir dengan nama baru dan dibanderol mulai di atas 130 ribu dolar AS, menegaskan posisinya sebagai sedan listrik mewah berperforma tinggi yang menjadi wajah baru Jaguar di era elektrifikasi.