Bagikan:

JAKARTA - Jaecoo J8 SHS ARDIS dipercaya menjadi Zero Car dan menjadi model PHEV (Plug-In Hybrid Electric Vehicle) pertama yang memimpin jalur awal sebelum para peserta memasuki rute utama Indonesia Rally Raid Adventure (IRRA) 2025.

Mobil tersebut disiksa dari titik start di Majalengka dan titik akhir di Indramayu, Jawa Barat. Unit yang dihadirkan sudah dimodifikasi standar reli seperti ban Goodyear Wrangler RT, lift kit suspension, mudflap, serta livery bernomor '0'.

Sepanjang penyelenggaraan IRRA, para peserta menempuh lebih dari 400 kilometer jalur campuran aspal dan tanah melintasi tiga kabupaten, Majalengka – Sumedang – Indramayu, yang dikenal dengan tantangan kontur tanah kering, perbukitan, hingga jalur sungai kecil. Di balik tampilannya yang elegan, karakter 'Monster in Suit' dari J8 SHS ARDIS semakin terlihat saat unit ini melintasi rute ekstrem IRRA sebagai kendaraan pembuka.

Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, menyampaikan rasa bangga atas partisipasi perusahaan di ajang ini, yang menegaskan esensi Monster in Suit dalam J8.

"Senang sekali bisa hadir menyusuri jalan hingga tiba di Majalengka pada Senin kemarin. J8 SHS ARDIS berkesempatan untuk membuktikan ketahanan teknologi elektrifikasi kami di lintasan ekstrem IRRA 2025, termasuk performa kombinasi tenaga EV dan hybrid yang dirancang untuk kondisi nyata di Indonesia," katanya, dalam keterangan kepada media, Senin, 8 Desember.

Pembalap AXCR, Rindra Pradipta yang mengemudikan Zero Car pun menegaskan performa J8 SHS ARDIS di medan IRRA, dan terkesan dengan performa tinggi yang ditawarkan.

"Sebagai driver untuk mobil Zero Car, saya sangat terkesan dengan performa tinggi dari J8 SHS ARDIS. Walau digunakan dalam kondisi standar, mobil ini memiliki tenaga yang sangat besar dan mampu melalui berbagai rintangan, mulai dari jalur bergelombang hingga jalanan berlumpur," ucapnya

Kesan positif datang dari, navigator Zero Car asal Thailand, Chupong Chaiwan. Ia mengaku sangat terkesan dengan kerja sistem ARDIS pada Jaecoo. Saat melewati hamparan lumpur pekat yang terkenal sulit dilalui, ARDIS mampu membaca kondisi permukaan secara presisi dan menyesuaikan distribusi traksi secara cepat.

"Berkat kombinasi suspensi standar yang tangguh dan kecerdasan ARDIS, Jaecoo berhasil terus melaju tanpa hambatan berarti, hingga akhirnya mampu mencapai garis finis dengan performa yang konsisten," papar Chupong.