Bagikan:

JAKARTA - Mercedes-AMG tengah bersiap menghadapi perubahan besar menjelang diberlakukannya regulasi kebisingan baru di Uni Eropa. Aturan tersebut membuat beberapa model performa yang selama ini dikenal dengan suara knalpot lantang harus mengakhiri masa produksinya lebih cepat.

Dilansir dari Carscoops, Jumat, 14 November, dalam dokumen internal yang beredar, regulasi UN-R51.03 “Phase tiga” disebut mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Aturan ini memperketat batas kebisingan eksternal yang diizinkan, sehingga sejumlah model AMG dinilai tidak lagi memenuhi ambang batas baru.

Dari catatan tersebut, AMG C43 4Matic serta AMG GLC43 4Matic diproyeksikan berhenti diproduksi pada Februari 2026. AMG GLA35 4Matic juga masuk dalam daftar yang akan dihentikan pada periode yang sama. Dua model lain, AMG C63 SE Performance dan AMG GLC63 SE Performance, diberikan waktu tambahan hingga Mei 2026 sebelum dihentikan secara bertahap.

Menariknya, jajaran model bermesin V8 yang tak kalah dikenal dengan suara gahar khasnya tidak ikut masuk dalam daftar. Ini memberikan sinyal bahwa lini V8 AMG masih memiliki ruang untuk bertahan, meski tekanan regulasi semakin ketat.

Di tengah perubahan ini, juru bicara AMG menyampaikan bahwa perusahaan sedang menyiapkan produk terluas dalam sejarahnya. Pernyataan tersebut mengindikasikan percepatan strategi elektrifikasi, termasuk kehadiran banyak model hybrid dan listrik penuh yang dibangun di atas platform AMG.EA.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah konsep AMG GT XX, yang menggambarkan arah desain dan performa masa depan AMG. Meski dunia bergerak menuju elektrifikasi, AMG menegaskan bahwa identitas suara mereka tidak akan hilang begitu saja.

Untuk menjaga ciri khasnya, pabrikan tengah mengembangkan suara sintetis bernuansa V8 agar pengalaman akustik tetap terasa familiar. “Nilai-nilai tradisional dari DNA merek kami juga akan tercermin pada model masa depan,” ujar perwakilan AMG.