Bagikan:

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bercita-cita Indonesia memiliki mobil sendiri dalam tiga tahun ke depan. Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menilai mobil nasional bisa sukses tapi dengan beberapa catatan.

Menurutnya, mobil nasional diharapkan berbasis listrik atau EV dan dimulai dengan transportasi umum lebih dulu. Lalu penguatan kerja sama industri tier 3 dan 2 secara masif yang dibangun di dalam negeri.

Sebab prinsipal tidak pernah mau membuka slot tersebut pada kompetitornya. Maka itu harus mengembangkan ekosistem sendiri dengan menggandeng mitra-mitra kelas dunia Eropa yang tidak terikat kontrak dengan APM-APM yang menjadikan Indonesia sekadar pasar.

"Indonesia bisa bersaing dengan fokus pada ceruk pasar yang dikendalikan pemerintah dimulai dari armada EV untuk kendaraan dinas instansi negara dari pusat-daerah, penguatan kebijakan TKDN 40 persen wajib diterapkan untuk semua produsen yang secara gradual naik sampai 80 persen lebih, " ujar Yannes kepada VOI, Selasa, 21 Oktober.

"Mulai dari part lokal utama baterai, motor listrik. Intinya, dimulai dari ceruk-ceruk pasar yang kita kuasai. Intinya akan melakukan beachhead market (segmen kecil yang ditargetkan oleh bisni yang baru masuk pasar) sebelum go global," tambahnya.

Yannes juga yakin Indonesia memiliki potensi nyata untuk sukses dengan mobil nasional berbasis EV, jika baterai murah dan desain mobilnya menjawab kebutuhan lokal. Terakhir, jangan menghadirkan mobil yang rebadging atau mengganti merek saja, seperti halnya Esemka.

"Indonesia memiliki potensi nyata untuk sukses dengan mobil nasional berbasis EV, asalkan fokus pada keunggulan komparatif-kompetitif yang dimilikinya. Siap membangun pabriknya di Indonesia dengan konsep peningkatan TKDN yang real, demi menghindari pelanggaran WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) dan rebadging. Kuncinya, kolaborasi dengan pemain besar dunia yang mau transfer teknologi intinya ke Indonesia," pungkasnya.

Sebelumya Prabowo Subianto menjanjikan Indonesia bakal memiliki mobil buatan sendiri dalam waktu 3 tahun mendatang. Dia menyebut pemerintah Indonesia telah menyiapkan alokasi dana khusus untuk produksi mobil buatan Indonesia ini.

“Saudara-saudara, belum merupakan prestasi tapi sudah kita mulai rintis. Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam 3 tahun yang akan datang,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Oktober.

“Saya sudah alokasi dana, sudah kita siapkan lahan untuk pabrik-pabriknya. Sedang bekerja sekarang tim. Kita sudah menghasilkan jeep buatan Indonesia,” lanjutnya.