Bagikan:

JAKARTA – Tren mobil ramah lingkungan di Jepang ternyata tidak sepenuhnya berpihak pada kendaraan listrik murni (BEV). Justru mobil hybrid masih menjadi pilihan utama konsumen. Toyota menjadi buktinya, dengan catatan penjualan hybrid konvensional yang menembus 603.676 unit hingga Agustus.

Secara keseluruhan, Toyota berhasil membukukan penjualan 617.947 unit, naik 8,8 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dari angka tersebut, sebanyak 13.551 unit merupakan plug-in hybrid (PHEV), sementara 251 unit lainnya adalah kendaraan berbahan bakar hidrogen.

Namun yang cukup mengejutkan, penjualan mobil listrik murni Toyota di pasar domestik justru merosot tajam. Berdasarkan laporan Carscoops (Rabu, 1 Oktober), sepanjang Agustus Toyota hanya berhasil menjual 18 unit BEV di Jepang. Angka ini turun drastis, bahkan penjualan BEV selama delapan bulan pertama 2024 hanya 469 unit, anjlok 71,1 persen dibanding tahun lalu.

Berbalik di Pasar Global

Meski penjualan di Jepang melemah, performa Toyota di pasar global justru menunjukkan tren positif. Permintaan kendaraan listrik berbasis baterai meningkat pesat, dengan total 117.031 unit BEV terjual sejak awal tahun, naik 20,6 persen. Khusus Agustus saja, Toyota mencatat penjualan 17.056 unit, melonjak 34,5 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Momentum Penjualan Tetap Kuat

Secara total, kinerja Toyota di seluruh dunia terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga delapan bulan pertama 2024, Toyota bersama merek di bawah naungannya—Daihatsu, Hino, dan Lexus—sudah menjual 7.409.273 kendaraan. Angka ini meningkat 6,2 persen dibandingkan tahun lalu.

Dengan tren penjualan yang stabil dan prospek cerah di pasar global, Toyota berpotensi melampaui target 10,8 juta unit penjualan kendaraan secara global pada 2024.