Bagikan:

JAKARTA - Kebijakan tarif impor dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membuat sejumlah pabrikan otomotif merancang ulang strateginya agar kendaraan memiliki harga yang stabil di negara tersebut.

Beberapa pabrikan seperti Toyota, Honda, hingga Volvo berencana untuk merakit secara lokal di AS sejumlah model yang dipasarkan di negara tersebut demi menekan biaya dan tidak terdampak tarif ini.

Meskipun regulasi tersebut telah berlaku, merek otomotif seperti Porsche tidak mengambil pusing soal hal ini. Brand tersebut memutuskan untuk tetap tidak merakit kendaraannya di AS.

Dilansir dari Reuters, Senin, 9 Juni, seorang juru bicara Porsche menyebut bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk mengalihkan produksinya ke AS.

Ini menepis kabar sebelumnya yang menyebut CEO Porsche, Oliver Blume sedang mempertimbangkan untuk memindahkan tahap akhir perakitan model, seperti pemasangan komponen interior atau pemasangan ban ke negeri Paman Sam.

Pada April lalu, Chief Finance Porsche AG Jochen Breckner menjelaskan lokalisasi ini mustahil untuk dilakukan mengingat penjualan kendaraannya yang rendah, bahkan jika grup tersebut bekerja sama dengan merek VW lainnya.

Berbeda dengan Porsche, merek di bawah satu naungan VW Group lainnya seperti Audi memutuskan bakal memproduksi model terlarisnya di AS dan akan mengumumkan lokalisasinya pada tahun ini.

Pabrikan berlogo "empat cincin" ini menyebut rencana tersebut telah ada sebelum Trump kembali menjabat sebagai presiden AS.

Porsche kini dihadapkan dengan tren penjualan kurang baik di pasar global. Pada kuartal pertama tahun ini, brand mobil sport ini mencatat penurunan penjualan hingga 8 persen pada periode kuartal pertama di tahun ini atau berjumlah 71.470 unit.

Meskipun kendaraannya tidak dirakit di AS, permintaan mobil Porsche di wilayah tersebut masih cukup kuat. Di wilayah Amerika Utara, pabrikan memperoleh kenaikan hingga 37 persen pada periode tersebut atau bukukan angka hingga 20.698 unit.