JAKARTA - BMW telah mempersiapkan sejumlah model terbarunya berbasis konsep Neue Klasse dengan penggerak listrik (EV) murni.
Lebih lanjut, pabrikan otomotif dari Jerman ini beberapa kali terlihat menguji coba konsep tersebut untuk model seperti iX3 atau X3 versi listrik hingga i3 atau versi EV dari Seri-3.
Demi memperluas jajaran kendaraan listriknya di masa depan, BMW berniat untuk menghadirkan salah satu model entry-level dengan nama i2 atau Seri-2 versi EV.
Dikutip dari Motor1, Senin, 5 Mei, model yang akan dinamai i2 tersebut berbeda dengan Seri-2 saat ini. Tidak hanya perubahan dalam sisi desain dan penggerak, mobil satu ini juga memiliki gaya empat pintu khas sedan murni.
Mobil ini akan diposisikan sebagai salah satu entry-level EV dalam jajaran BMW, berdampingan bersama hatchback i1 di masa depan.
BACA JUGA:
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa BMW i2 belum akan diluncurkan ke pasar hingga 2030 mendatang. Artinya, pabrikan masih memiliki banyak waktu untuk mengembangkan sedan ini dalam waktu sekitar 5 tahun sebelum peluncurannya.
Saat i2 mulai dijual, mobil ini akan menggunakan teknologi baterai generasi keenam yang dikembangkan oleh BMW.
Paket baru tersebut menggunakan sel berbentuk silinder, yang diklaim oleh pembuat mobil tersebut dapat meningkatkan jarak tempuh dan kecepatan pengisian daya hingga 30 persen sambil menghasilkan lebih sedikit emisi selama proses produksi.
Menurut laporan tersebut, i2 baru tidak akan menggantikan mobil Seri-2 coupe bertenaga bensin. Namun, perusahaan tersebut juga diduga tidak memiliki rencana untuk meluncurkan penggantinya dengan mesin ICE.
Artinya, ada potensi bahwa BMW akan segera mengakhiri eksistensi dari sedan performa tinggi entry-level yakni M2 yang cukup digemari oleh para penggemar otomotif.