Bagikan:

JAKARTA - Tesla Model Y facelift mendapat sambutan hangat di China yang merupakan pasar otomotif terbesar di dunia. Bahkan, pemesanan mobil yang dijuluki 'Juniper' ini mencapai hingga 50.000 unit. 

Mengutip dari laman Arenaev, Rabu, 15 Januari, menurut salah satu sumber lonjakan permintaan ini membuktikan popularitas merek Tesla di China, khususnya Model Y yang secara konsisten menjadi produk terlaris di sektor kendaraan listrik negara tersebut.

Tesla Model Y facelift di China hadir dalam dua pilihan varian, terdiri dari penggerak roda belakang yang dibanderol 263.500 yuan atau kisaran Rp581 jutaan, sedangkan untuk penggerak semua roda ada di angka 303.500 yuan atau Rp670 jutaan.

Secara desain, perubahan paling menonjol pada Model Y facelift adalah desain eksteriornya, yang mengambil inspirasi dari robotaxi Cybertruck dan Cybercab dengan menggunakan desain lampu depan baru.

Versi penggerak roda belakangnya ditenagai baterai berkapasitas 62,5 kWh dan memiliki jangkauan CLTC 593 kilometer, naik 39 kilometer dari pendahulunya 554 kilometer.

Varian tersebut ditenagai motor listrik belakang dengan tenaga puncak 220 kW dan mampu berlari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 5,3 detik, lebih baik dari pendahulunya yang 5,9 detik. 

Sementara itu, versi penggerak semua roda jarak jauh ditenagai baterai berkapasitas 78,4 kWh dan memiliki jangkauan CLTC 719 kilometer, meningkat 31 kilometer dibandingkan pendahulunya 688 kilometer.

Tesla sendiri menorehkan pencapaian penjualan positif pada tahun lalu, dengan mengirimkan total 480.309 unit di China, yang merupakan peningkatan sebesar 5 persen dari tahun 2023. Meskipun ekspor dari Tiongkok menurun sebesar 54 persen pada tahun yang sama, permintaan domestik untuk kendaraan listrik Tesla tetap kuat.