Tak Ada Penonton di Olimpiade Tokyo, Presiden NOC: Kekuatan Netizen Indonesia Bisa Jadi Dukungan Luar Biasa
Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Okto. (Istimewa)

Bagikan:

JAKARTA - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (Presiden NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari meminta dukungan seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung para atlet yang bertanding di Olimpiade Tokyo 2021 melalui media sosial.

Mengingat olimpiade kali ini digelar pada masa pandemi, maka tidak ada penonton yang mendukung secara langsung.

"Olimpiade ini digelar saat COVID-19, jadi ini extra ordinary olimpiade. Karena olimpiade dilakukan tanpa penonton sehingga kekuatan yang terbesar adalah komunikasi yaitu melalui media," ujar Okto dalam konferensi pers secara daring, Kamis, 22 Juli.

"Kita sama-sama tahu kekuatan netizen Indonesia yang begitu massif bisa menjadi dukungan yang luar biasa kepada para atlet kita," sambungnya.

Okto berharap, melalui pertemuan media massa hari ini bisa memotivasi para netizen terutama masyarakat Indonesia untuk memberikan dukungan maksimal kepada para atlet. 

Okto mengatakan, semua pihak yang terlibat di olimpiade Tokyo ini membuka diri memberikan semua fasilitas informasi. 

"Untuk media yang membutuhkan gambar video dan informasi kita buka ruang komunikasi. Kita akan maksimalkan yang paling dekat dengan informasi untuk didistribusikan," tambah Okto.

Okto juga mengapresiasi Duta Besar KBRI untuk Jepang, Heri Akhmadi yang sejak sebelum dan saat kedatangan hingga semua kontingen berada di Wisma Atlet, tidak henti-hentinya menjadi bagian terpenting dari tim official komite Indonesia untuk Olimpiade Tokyo. Mulai dari perencanaan, penjemputan, bahkan fasilitas lain. 

"Karena untuk diketahui situasi di olimpiade Tokyo sangat penuh tantangan terutama masalah kendaraan. Biasanya ada fasilitas kendaraan tapi sampai hari ini kendaraannya harus appoinment. Tapi karena dukungan Pak Dubes KBRI semua yang sulit menjadi mudah. Mudah-mudahan kita bisa memaksimalkan dukungan kita kepada para atlet karena supporting kepada para atlet ini hampir semua atlet sudah sampai, hanya tinggal atletik," ungkap Okto.

Okto memaparkan, dalam karantina atlet tidak seperti yang dibayangkan. Para atlet tetap bisa bebas diperbolehkan pergi asal masih berada di area Wisma Atlet. Serta, tempat latihan ataupun hotel-hotel yang disiapkan. 

Okto mengakui, sejak awal olimpiade ini sudah menegangkan karena pada 23 Juli merupakan klasifikasi untuk panahan. 

"Di tanggal 24 nya sudah ada potensi medali di panahan ganda campuran. Dimana Riau Ega berpasangan dengan Nisa akan bertanding 4 kali untuk bisa mendapatkan emas. Jadi satu hari setelah pembukaan itu adrenalin kita langsung naik," katanya.

Di hari yang sama, dari cabang olahraga angkat besi, Cantika, juga akan bertanding dan ada potensi medali. 

"Masih hari yang sama itu merupakan penentuan dari apakah Ketut dari surfing itu bisa bertanding atau tidak. Karena Ketut sesuai dengan surat internasional federasi surfing apabila ada yang berhalangan maka Ketut langsung menjadi peserta Olimpiade Tokyo 2021. Tanggal 25 Juli ada Eko Yuli dan Deni dengan waktu bersamaan itu potensi medali," sebutnya.

Pembukaan sendiri, kata Okto, akan dibuka oleh Kaisar Jepang yang datang khusus untuk membuka dan langsung kembali. 

"Rencananya pada 29 Juli kami akan mengadakan official pers conference terhadap posisioning Indonesia di Olimpiade Tokyo," kata Raja Sapta Oktohari.