JAKARTA – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, akan berhadapan dengan Chen Yufei di babak perempat final Indonesia Open 2026. Di atas kertas, Putri belum pernah menang menghadapi pebulu tangkis asal China tersebut.
Putri yang berstatus sebagai unggulan kelima di turnamen BWF Super 1000 tersebut lolos ke babak delapan besar setelah bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Michelle Li 12-21, 21-18, dan 21-16 di Istora Senayan, Jakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026.
"Untuk besok pertandingan melawan Chen Yufei, saya ingin menyiapkan mental, pikiran, dan yang pasti fokus harus lebih dari hari ini. Saya juga harus lebih siap lelah lagi daripada hari ini," kata Putri dalam jumpa pers seusai pertandingan.
Putri tercatat belum pernah menang atas Chen Yufei dalam tiga bentrok kompetitif sebelumnya. Ketiga kekalahan tersebut terjadi di babak pertama Denmark Open 2023 serta babak kedua All England dan semifinal Swiss Open tahun lalu.
BACA JUGA:
Putri mengatakan bahwa ia membawa ambisi besar untuk memetik kemenangan pertamanya atas Chen dalam bentrok mereka besok, 5 Juni 2026. Ia menyebut bermain di hadapan publik sendiri menjadi motivasi tambahan untuknya.
"Menghadapi Chen Yufei di rumah sendiri yang pastinya penonton akan memberikan dukungan kepada saya. Jadi, saya ingin besok bisa bermain lebih baik lagi sehingga bisa menang," ujar Putri.
Chen Yufei, yang saat ini menempati peringkat keempat dunia, turun di Indonesia Open 2026 sebagai unggulan keempat. Dari tiga kesempatan bersua Putri sebelumnya, ia tercatat baru kehilangan satu gim saja.
Putri menilai bahwa tantangan utama saat menghadapi pemain papan atas dunia ialah menjaga fokus dan konsistensi permainan sepanjang pertandingan. Ia mengatakan semua pemain elite dunia memiliki kemampuan mempertahankan kualitas permainan dalam berbagai situasi.
"Menurut saya, mereka mempunyai fokus yang sangat luar biasa, sangat kuat. Jadi, sama sekali tidak gampang goyah ketika mereka ketinggalan ataupun unggul jauh," katanya.
Putri merupakan satu-satunya tunggal putri Indonesia di turnamen ini. Ia turun sendiri karena Gregoria Mariska Tunjung masih berkutat dengan masalah kesehatan sejak ia mendapat medali perunggu dalam Olimpiade 2024 di Paris, Perancis.