Bagikan:

JAKARTA – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mendorong sinergi lintas pemangku kepentingan (stakeholder) untuk memastikan keberlanjutan pembiayaan olahraga nasional, terutama menghadapi berbagai agenda olahraga multicabang tahun ini.

Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah proaktif untuk membuka komunikasi dengan Pemerintah, khususnya terkait kebijakan anggaran olahraga yang menjadi fondasi utama pembinaan atlet.

"Kami melihat regulator dalam hal ini memiliki peran strategis untuk menentukan arah kebijakan pembiayaan anggaran. Karena itu, kami telah berkomunikasi dengan para cabang olahraga. Mereka sepakat untuk melakukan dialog langsung dengan Menteri Keuangan," ujar Okto, sapaan Raja Sapta Oktohari.

NOC Indonesia sudah melayangkan surat kepada Menteri Keuangan pada awal pekan ini. Surat tersebut berisi permohonan audiensi guna membahas secara komprehensif kebutuhan dan karakteristik pembiayaan olahraga nasional yang saat ini terpusat di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Okto mengatakan bahwa mereka menunggu kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan Kementerian Keuangan karena begitu banyak agenda olahraga yang membutuhkan persiapan yang matang.

"Kebutuhan utama atlet ialah latihan yang berkualitas dan tidak cukup hanya di dalam negeri, tetapi juga harus diiringi dengan pemusatan latihan di luar negeri dan uji tanding di level internasional," katanya.

Dalam waktu dekat, Indonesia akan menghadapi sejumlah agenda penting seperti Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Youth Olympic Games Dakar 2026, Asian Indoor Martial Art Games Riyadh 2026, SEA Games Malaysia 2027, dan persiapan panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Okto menegaskan bahwa seluruh agenda tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan yang terstruktur, berkelanjutan, dan tepat sasaran.

"Banyak sekali kegiatan yang membutuhkan komitmen bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi kolaborasi seluruh stakeholder olahraga nasional," ujar dia.

Efisiensi anggaran Pemerintah membuat pembinaan dan persiapan atlet untuk menghadapi ajang seperti Asian Games terusik. Federasi akuatik bahkan sempat memulangkan atlet mereka ke klub sembari menunggu kepastian anggaran.

Selain itu, Pra-Pekan Olahraga Nasional (Popnas) 2026 dan Program Sentra Pembinaan Olahraga Berprestasi Nasional (Spobnas) tahun anggaran 2026 juga diberhentikan sementara.