JAKARTA - Kapten Liverpool, Virgil Van Dijk, menuduh timnya menyerah dan meminta maaf kepada para suporter setelah dipermalukan di Piala FA oleh Manchester City.
Harapan The Reds untuk menyelamatkan trofi domestik dari musim yang mengecewakan hancur dalam kekalahan 0-4 pada perempat final di Stadion Etihad, Sabtu, 4 April 2026.
Selepas setengah jam pertama yang seimbang, tim tamu menyerah setelah Van Dijk melakukan pelanggaran terhadap Nico O'Reilly dan Erling Haaland mencetak gol dari penalti yang dihasilkan.
Haaland kemudian mencetak hattrick saat The Citizens mencetak empat gol ketika waktu baru menunjuk menit ke-57.
BACA JUGA:
"Saya hanya bisa meminta maaf kepada para suporter atas apa yang telah kami tunjukkan, terutama di babak kedua. Jelas Anda keluar dengan niat yang benar dari ruang ganti, untuk berharap mencetak gol menjadi 2-1 sesegera mungkin untuk mengubah jalannya pertandingan."
"Yang terjadi justru sebaliknya. Untuk bangkit dari ketertinggalan 0-3 jelas sangat sulit di sini, tetapi Anda juga tidak boleh menyerah dan mungkin, pada titik tertentu, itulah yang terjadi."
"Kami mengecewakan suporter kami, kami mengecewakan diri kami sendiri, dan manajer. Cara kami bermain di babak kedua, khususnya, pasti menyakitkan bagi semua orang. Itu pasti menyakitkan saya," kata Van Dijk.
Hasil yang mengecewakan ini meningkatkan tekanan pada Manajer Arne Slot menjelang perjalanan perempat final Liga Champions yang menakutkan ke kandang Paris Saint-Germain.
"Ini adalah kerja sama tim, bukan? Jelas dia bertanggung jawab sebagai manajer, tetapi kamilah yang berada di lapangan yang harus melakukannya."
"Faktanya sekarang, PSG menunggu kami. Saya sedikit menonton mereka pada Jumat (3 April 2026). Ini akan sangat sulit lagi. Jadi, kami harus siap secara mental sesegera mungkin."
"Saya cukup beruntung bisa bermain untuk Liverpool selama bertahun-tahun. Hal utama yang selalu kami miliki ialah kebersamaan."
"Jelas sekarang kami sedang dalam masa transisi, kami harus menemukan ritme permainan. Sulit untuk tampil setiap dua hari jika Anda tidak konsisten," ujar Van Dijk.
Kesulitan Liverpool juga membuat harapan mereka untuk lolos ke Liga Champions musim depan diragukan. Mereka menghadapi pertandingan Liga Inggris yang krusial melawan Fulham di antara dua pertandingan melawan PSG.
"Kami memiliki tanggung jawab kepada diri kami sendiri dan, terutama, kepada para suporter. Jika kami ingin meraih sesuatu dari musim ini, maka kami harus mencoba dan menghasilkan sesuatu yang istimewa dalam tiga pertandingan berikutnya."
"Saya mencoba memikirkan bagaimana kami bisa membalikkan keadaan ini. Kami telah mengalami hal ini hampir 75 persen dari musim ini."
"Kami kembali ke pertandingan di mana kami kalah dalam hal intensitas atau kalah dalam hal seberapa besar keinginan kami untuk berjuang. Ini sulit diterima dan semua orang harus introspeksi diri," tutur Van Dijk.