JAKARTA - Harry Maguire memuji mantan Manajer Manchester United, Ruben Amorim, dengan mengatakan bahwa pelatih asal Portugal itu memiliki beberapa ide hebat dan layak mendapat pujian atas arah yang dituju klub sejak saat itu.
Amorim dipecat oleh Manchester United pada awal Januari 2026 sebelum Darren Fletcher dan kemudian Michael Carrick mengambil alih sebagai pelatih sementara.
Carrick memberikan peningkatan performa yang signifikan saat tim berupaya meraih tempat di Liga Champions untuk musim depan.
Maguire pun penuh pujian atas pekerjaan yang telah dilakukan Carrick sejauh ini, termasuk transisi lancar dari formasi tiga bek ke formasi empat bek yang tidak efektif di bawah Amorim.
"Saya tidak banyak memiliki hal buruk untuk dikatakan tentang Ruben. Saya sangat menyukai Ruben, saya pikir dia punya ide-ide hebat."
"Ide-ide itu saja yang tidak berhasil di Manchester United. Saya yakin dia akan terus maju dan memiliki karier yang luar biasa."
"Di klub berikutnya, dia mungkin akan memenangi banyak sekali pertandingan. Itu tidak berjalan sesuai rencana atau berhasil. Saya pikir kami sebagai pemain juga harus bertanggung jawab penuh atas hal itu."
BACA JUGA:
"Namun, saya pikir dia telah memimpin klub ke arah yang benar. Saya pikir dia pantas mendapatkan banyak pujian untuk itu, yang mana dia telah membangun skuad yang bagus dan solid," kata Maguire.
Maguire lebih menyukai formasi empat bek karena memungkinkannya menjadi bek yang lebih agresif dan menyerang. Sementara perubahan formasi tersebut membuat gelandang Kobbie Mainoo kembali ke tim.
Pemain berusia 20 tahun itu hingga baru-baru ini tampak lebih mungkin dipinjamkan pada Januari 2025 daripada bersiap untuk memperebutkan tempat di Tim Nasional Inggris untuk Piala Dunia 2026.
Namun, kini dia telah kembali ke skuad Three Lions setelah 18 bulan absen. Maguire mengatakan tentang Mainoo yang luar biasa, yang juga sedang dalam pembicaraan mengenai kontrak baru.
"Saya yakin ada area yang ingin dia tingkatkan. Dia masih bisa berkembang karena dia masih sangat muda, mengingat apa yang telah dia lalui."
"Dia telah melalui banyak hal dalam kariernya yang singkat, di mana dia mungkin berpikir bahwa ia perlu keluar dan bermain beberapa pertandingan."
"Kembali dengan kesempatan untuk berada di Piala Dunia 2026 ialah perubahan besar baginya," ujar Maguire.
Maguire juga yakin akan menyetujui kontrak baru dengan Manchester United, tetapi bek Inggris itu menekankan bahwa dia tidak ingin tetap di klub hanya karena alasan sentimental.
Pemain berusia 33 tahun itu selalu hadir sejak Carrick mengambil alih pada Januari 2026. Bek tengah itu membantu tim naik ke posisi ketiga klasemen Liga Inggris dan mendapatkan panggilan kembali ke Timnas Inggris.
Maguire ialah bagian dari skuad terakhir Thomas Tuchel sebelum ia membuat pilihan untuk Piala Dunia 2026. Sang bek kontraknya dengan Manchester United akan berakhir di tengah turnamen terbesar dunia tersebut.
"Saya pikir sudah ada pembicaraan (tentang kontrak baru). Saya pikir kami akan mencapai kesepakatan yang terbaik untuk klub dan saya."
"Saya yakin Anda akan mengetahui isi kesepakatan itu dalam beberapa minggu ke depan. Namun, ya, saya rasa itu akan segera diselesaikan, baik saya tetap tinggal atau pergi. Saya rasa itu akan—seharusnya—diselesaikan cukup segera."
"Ya, saya mencintai klub ini. Namun, itu harus tepat untuk saya dan harus tepat untuk klub. Saya tidak ingin bertahan karena nilai sentimental."
"Saya ingin bertahan karena saya ingin berada di sana dan klub ingin saya terus memajukan klub. Mereka merasa saya memiliki peran besar dalam hal itu."
"Jika itu masalahnya, maka saya yakin kami akan duduk bersama dan mencapai kesepakatan," tutur Maguire.
Maguire menambahkan bahwa ia bersedia melakukan apa pun untuk membantu Inggris memenangi Piala Dunia 2026, setelah khawatir karier internasionalnya mungkin akan berakhir saat ia menunggu kabar tentang kamp pelatihan Maret 2026 yang menentukan.
Tuchel terus mengabaikannya selama musim gugur, tetapi performa apik bek tersebut untuk Manchester United yang telah bangkit kembali telah mengakhiri 18 bulan masa pengasingannya di skuad Three Lions.
"Saya sudah bermain lebih dari 60 pertandingan untuk Inggris, mengikuti tiga turnamen besar, tetapi ketika Anda berada di momen itu dan Anda bermain di setiap pertandingan (untuk Inggris), Anda tidak ingin mengatakan Anda menganggapnya remeh, tetapi Anda merasa nyaman dengan sistemnya."
"Kemudian ketika itu tiba-tiba diambil dari Anda, itu menyakitkan. Anda melihat tim bermain sangat baik di Kualifikasi Piala Dunia 2026, mereka telah melakukan hal yang luar biasa. Jadi, ya, itu perasaan yang luar biasa."
"Sejujurnya, saya tahu, jika saya tidak berada di kamp ini, saya rasa tidak akan kembali ke Timnas Inggris dengan performa dan cara bermain saya. Saya yakin itu level yang tinggi. Jadi, sungguh luar biasa menerima panggilan telepon itu," kata Maguire.