Bagikan:

JAKARTA - Barcelona kembali menjauh dari kejaran Real Madrid setelah menang tipis 1-0 atas tuan rumah Athletic Bilbao di pertandingan LaLiga Spanyol di Stadion San Mames, Minggu, 8 Maret 2026 dini hari WIB. Kemenangan Barca ditentukan oleh Lamine Yamal yang mengukuhkan posisi di puncak klasemen.

Madrid berhasil memangkas jarak poin dengan Barca setelah menaklukkan Celta Vigo 2-1 di laga sebelumnya. Namun Barca mampu mengatasi tekanan saat mendapat ancaman dari rivalnya.

Meski harus berjuang keras karena Athletic memberi perlawanan ketat saat bermain di kandang sendiri, Barca akhirnya bisa mengungguli tuan rumah. Kemenangan satu gol pun sudah bisa membawa Barca menjauh dari Madrid. Dengan mengantungi poin 67, Blaugrana mengukuhkan posisinya di puncak klasemen dan kembali unggul empat poin dari pesaing terdekatnya.

Sementara, Athletic yang juga sudah gagal di Copa del Rey masih tertahan di papan tengah. Mereka menduduki peringkat sembilan dengan poin 35. Sama dengan Real Sociedad tetapi Athletic kalah selisih gol.

Kemenangan ini juga menjadi modal penting Barca yang akan melakoni pertandingan babak 16 besar Liga Champions pada pertengahan pekan ini. Mereka menyambangi markas Newcastle United yang lolos ke babak knockout lewat jalur playoff.

Demi laga di Liga Champions, pelatih Hansi Flick merotasi pemain. Striker Ferran Torres kembali menjadi starter dan Robert Lewandowski duduk di bangku cadangan bersama Pedri, Raphinha, Fermin Lopez dan Ronald Araujo.

Namun Flick mempertahankan Yamal yang bersama Dani Olmo dan Marcus Rashford menopang Torres. Hanya, Barca sempat kesulitan menghadapi permainan ofensif Athletic yang sebelumnya gagal ke final Copa del Rey setelah disingkirkan Real Sociedad. Bahkan bek Joao Cancelo nyaris membuat gol bunuh diri bila kiper Joan Garcia tidak berjibaku menyelamatkan gawang.

Athletic juga sempat membobol gawang Barca melalui Inaki Williams sebelum akhir babak pertama. Hanya gol itu dianulir karena dia dalam posisi offside sehingga skor tetap 0-0 saat turun minum.

Di babak kedua pertandingan kian ketat dan masing-masing melakukan tekanan. Barca nyaris saja mendapat hukuman penalti setelah bek Pau Cubarsi menjatuhkan Williams.

Namun tidak ada pelanggaran atas insiden itu sehingga Barca lolos dari hukuman tersebut. Selanjutnya, tim asuhan Ernesto Valverde mendapat peluang melalui Oihan Sancet. Hanya saja, upaya itu bisa digagalkan kiper Garcia.

Saat mendapat tekanan, Barca justru berhasil memanfaatkan peluang untuk membobol gawang lawan di menit 68. Gol itu berawal dari keberhasilan Barca mematahkan serangan Athletic. Selanjutnya, mereka melakukan serangan dari sisi kanan pertahanan. Pedri yang membawa bola melepaskan umpan jauh menyilang yang diterima dengan baik oleh Yamal.

Tidak ada yang menduga dengan bola jauh itu karena bek Adama Boiro pun justru dalam posisi yang jauh dari Yamal. Tak urung, pemain timnas Spanyol berusia 18 ini tidak mendapat pengawalan sama sekali sehingga dia tak kesulitan melepaskan tendangan ke sudut kanan atas. Kiper Unai Simon pun gagal menjangkau bola sehingga skor berubah 1-0 untuk Barca.

Ini menjadi satu-satunya gol yang tercipta di pertandingan itu. Pasalnya Barca kembali kesulitan menambah gol. Sementara, Athletic juga gagal menunjukkan ketajaman saat bermain di kandang sendiri. Skor 1-0 bertahan hingga laga usai.

“Hasil yang mengecewakan. Apalagi kami sesungguhnya bermain lebih baik. Kami tak layak kalah di pertandingan ini,” kata bek Athletic Dani Vivian.

“Namun harus diakui ini pertandingan yang tidak mudah karena kami menghadapi lawan paling berat di liga. Namun kami sesungguhnya bermain bagus. Ini yang membuat saya kecewa karena kami gagal menang,” ucapnya lagi.

Sementara, Pedri merasa puas dengan kemenangan itu. Apalagi assist dia mengantarkan Yamal mencetak satu-satunya gol. “Saya melihat posisi Lamine dan saya yakin dia bisa melakukannya. Dan benar, dia menempatkan biola ke sudut atas yang membuat kiper tak bisa berbuat apa-apa,” ujar Pedri.

“Dia masih muda, tetapi penampilan dia terus berkembang,” kata dia memuji rekannya.