Bagikan:

JAKARTA - Lamine Yamal mengungkapkan bahwa ia merasa kurang baik musim ini, tetapi mengatakan bahwa ia akhirnya menikmati sepak bola lagi setelah mencetak hattrick pertama dalam kariernya dalam kemenangan Barcelona atas Villarreal 4-1 di LaLiga pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Yamal mencetak dua gol pada babak pertama di Camp Nou dan satu lagi setelah jeda untuk menjadi pemain berusia 18 tahun pertama yang mencetak hattrick di liga utama Spanyol sejak 1967.

Namun, berbicara setelah pertandingan, ia mengatakan bahwa kesulitan untuk tampil maksimal karena sejumlah alasan selama musim ini. Dia menambahkan bahwa sekarang merasa lebih baik menjelang akhir musim.

"Saya merasa kurang baik (awal musim ini). Ada masalah (pangkal paha) dan secara umum saya tidak bahagia. Itu campuran dari banyak hal. Anda bisa tahu."

"Saya merasa jauh lebih baik selama sekitar seminggu terakhir ini. Saya tersenyum saat bermain, yang sebelumnya tidak terjadi, dan saya bahagia di lapangan," kata Yamal kepada Movistar, dilansir ESPN.

Terlepas dari masalah tersebut, Yamal tetap menjadi salah satu pemain terbaik Barcelona musim ini. Setelah hattrick tesebut, ia menjadi pencetak gol terbanyak mereka dengan 18 gol dalam 34 pertandingan di semua ajang.

Jumlah tersebut sama dengan total golnya sepanjang musim lalu--dalam 21 pertandingan lebih sedikit.

Hanya dua pemain yang pernah mencetak hattrick pada usia yang lebih muda meskipun harus kembali hampir 100 tahun untuk menemukannya, yaitu Jose Iraragorri di usia 17 tahun 337 hari pada 1930 dan Pablo Pombo di usia 18 tahun 200 hari pada 1934.

"Saya mencetak lebih banyak gol setiap saat. Pada usia 16 tahun, orang-orang sudah menginginkan Anda mencetak 100 gol dan itu sulit."

"Saya juga ingin mencetak lebih banyak gol, tetapi itu tidak selalu mungkin," tutur Yamal.

Ditanya tentang masalah yang menghalangi Yamal menikmati sepak bolanya musim ini, Manajer Barcelona, Hansi Flick, menunjuk pada perubahan cara para bek menjaganya.

"Terkadang lawan memainkan dua atau tiga pemain untuk menjaganya. Anda bisa merasakan dia terkadang kurang percaya diri, dinamika untuk situasi satu lawan satu ini."

"Saya senang dengannya saat melawan Villarreal, ini pasti memberinya kepercayaan diri. Ketika dia menikmati bermain, itu sempurna untuknya dan untuk kami," kata Flick.

Gol pertama Yamal tercipta setelah menerima umpan dari Fermin Lopez. Gol keduanya merupakan tendangan brilian setelah melewati dua pemain Villarreal.

Pape Geuye membawa Villarreal kembali ke pertandingan sebelum Yamal mengembalikan keunggulan dua gol Barcelona, kemudian pemain pengganti Robert Lewandowski melengkapi skor pada akhir pertandingan.

Kemenangan ini membawa Blaugrana unggul empat poin dari Real Madrid, tetapi tim Catalan itu kini mengalihkan perhatian ke Copa del Rey ketika mereka menjamu Atletico Madrid di leg kedua semifinal.

Atletico Madrid memenangi leg pertama 4-0. Situasi itu membuat Barcelona menghadapi tantangan berat. Namun, Flick mengatakan bahwa dengan Yamal dalam performa seperti ini, segalanya mungkin terjadi.

"Saya pikir semua orang melihat penampilannya melawan Villarreal. Gol pertama yang dia cetak dibutuhkan untuk masuk ke dalam permainan. Apa yang terjadi setelah itu luar biasa."

"Lamine dalam level ini fantastis bagi kami. Kami membutuhkannya dalam level ini melawan Atletico Madrid. Inilah yang ingin saya lihat," ujar Flick.